Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 39 poin akibat masih tingginya tekanan jual. Sentimen negatif lagi-lagi datang dari Eropa, soal rencana hengkangnya Yunani.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 9.275 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.280 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 22,818 poin (0,57%) ke level 3.998,282 akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan yang kemarin berhasil menguat. Investor masih menunggu hasil pertemuan petinggi Eropa soal krisis utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 55,231 poin (1,38%) ke level 3.965,869 akibat sentimen negatif dari pasar global. Yunani sedang mempersiapkan opsi untuk keluar dari Uni Eropa.
Koreksi indeks sedikit melambat di penghujung perdagangan. Aksi beli di menit-menit terakhir bisa mengurangi tingkat koreksi indeks meski belum bisa membawanya kembali ke zona hijau.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (22/5/2012), IHSG ditutup terkoreksi 39,522 poin (0,99%) ke level 3.981,578. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 5,307 poin (0,79%) ke level 673,886.
Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos menyatakan pemerintah setempat sedang mempertimbangkan opsi keluar dari Uni Eropa dalam rangka menyelamatkan negaranya dari krisis utang.
Kabar tersebut membuat pelaku pasar di Asia mulai ambil sikap dengan langsung mengamankan portofolionya melalui lepas saham. Saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun langsung terkena tekanan jual.
Investor asing paling banyak lepas saham. Transaksi asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 195,63 miliar di seluruh pasar.
Dua sektor berhasil menguat, industri dasar dan konsumer, dan bisa mengurangi koreksi indeks. Sisanya masih terjebak di zona merah, dipimpin sektor tambang.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 110.458 kali pada volume 5,641 juta lot saham senilai Rp 4,418 triliun. Sebanyak 54 saham naik, sisanya 221 saham turun, dan 70 saham stagnan.
Pasar saham Asia tak berkutik di teritori negatif. Rencana Yunani yang punya opsi untuk keluar dari Uni Eropa membuat pelaku pasar khawatir akan penyelesaian krisis utangnya.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 9,87 poin (0,42%) ke level 2.363,44.
- Indeks Hang Seng melemah 252,96 poin (1,33%) ke level 18.786,19. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 172,69 poin (1,98%) ke level 8.556,60.
- Indeks Straits Times ambles 37,02 poin (1,31%) ke level 2.786,73. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mandom (TCID) naik Rp 400 ke Rp 9.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 35.350, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 11.300, dan Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 17.850.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 1.250 ke Rp 25.500, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.100 ke Rp 67.750, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.050 ke Rp 52.700, dan Bayan (BYAN) turun Rp 1.000 ke Rp 12.500.










































