Nilai tukar rupaih terhadap dolar juga ikut terpengaruh sentimen negatif ini. Asing juga menarik aset-asetnya sehingga posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp 3.390 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 16,881 poin (0,43%) ke level 3.967,992 akibat situasi pasar global yang belum kondusif. Investor masih menanti kepastian Yunani apakah akan hengkang dari Uni Eropa atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (25/5/2012), IHSG anjlok 92,236 poin (2,32%) ke level 3.892,637. Sementara Indeks LQ45 ambles 18,023 poin (2,68%) ke level 656,080.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi, rata-rata pelemahan lebih dari dua persen. Seluruh lapisan saham kena aksi jual tanpa kecuali.
Dana asing sudah mengalir keluar lantai bursa dengan jumlah yang cukup besar hingga siang ini. Transaksi jual bersih asing mencapai lebih dari Rp 300 miliar
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66.074 kali pada volume 11,089 juta lot saham senilai Rp 2,061 triliun. Sebanyak 23 saham naik, sisanya 251 saham turun, dan 48 saham stagnan.
Koreksi IHSG paling dalam di Asia, sementara pasar saham di regional masih bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Bursa saham Jepang masih bisa naik tipis.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 9,43 poin (0,40%) ke level 2.341,54. Â
- Indeks Hang Seng turun 56,55 poin (0,30%) ke level 18.609,85. Â
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 5,64 poin (0,07%) ke level 8.569,02. Â
- Indeks Straits Times terpangkas 11,53 poin (0,41%) ke level 2.768,00. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 600 ke Rp 12.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 100 ke Rp 53.200, Gudang Garam (GGMR) naik Rp 100 ke Rp 60.450, dan Dayin Mitra (ASDM) naik Rp 60 ke Rp 920.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.500 ke Rp 66.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 950 ke Rp 24.300, Indocement (INTP) turun Rp 900 ke Rp 17.150, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 900 ke Rp 15.800.
(ang/wep)











































