Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.350 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 9.410 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 10,912 poin (0,28%) ke level 3.821,912 akibat tertekan pasar saham global dan regional. Sentimen negatif yang paling berpengaruh adalah krisis utang Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 8,864 poin (0,24%) ke level 3.823,960 akibat maraknya aksi jual, terutama dilakukan investor asing. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan krisis utang Eropa.
Indeks sempat menguat sebentar ke posisi 3.841,042 setelah adanya aksi beli menyusul rendahnya tingkat inflasi Mei yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Namun tetap saja tekanan jual memaksa indeks balik ke zona merah.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (1/6/2012), IHSG ditutup ambles 33,058 poin (0,87%) ke level 3.799,766. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 4,266 poin (0,67%) ke level 641,428.
Investor asing masih getol melarikan dananya keluar dari lantai bursa. Sepanjang bulan Mei lalu, dana asing yangs udah dibawa keluar mencapai Rp 8,4 triliun.
Sore ini, pemodal asing kembali melakukan hal yang sama. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 693,417 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 87.345 kali pada volume 5,169 juta lot saham senilai Rp 4,199 triliun. Sebanyak 75 saham naik, sisanya 172 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Hanya bursa China yang berhasil bertahan di teritori positif. Sedangkan pasar saham regional lainnya terpuruk di zon merah bersamaan dengan IHSG.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,20 poin (0,05%) ke level 2.373,44.
- Indeks Hang Seng melemah 71,18 poin (0,38%) ke level 18.558,34.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 102,48 poin (1,20%) ke level 8.440,25.
- Indeks Straits Times turun 22,12 poin (0,80%) ke level 2.750,42.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 15.000 ke Rp 150.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 55.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 34.250, dan Asuransi Ramayana (ASRM) naik Rp 400 ke Rp 2.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 63.350, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 17.250, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 500 ke Rp 189.500, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 300 ke Rp 4.800.
(ang/dru)










































