Membuka perdagangan awal pekan, IHSG terjun bebas 75,200 poin (1,98%) ke level 3.724,566 akibat kekhawatiran melambatnya perekonomian global. Pasar saham global dan regional sudah lebih dulu 'tiarap' di zona merah.
Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 3.677,155 akibat aksi jual di awal perdagangan. Minimnya sentimen positif membuat indeks tak mampu balik arah ke zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melambatnya pertumbuhan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) serta krisis utang Eropa yang tak kunjung usai membuat para pelaku pasar resah. Investor pun memutuskan untuk keluar sejenak dari pasar modal.
Aksi jual pun tak terhindarkan lagi, saham-saham yang sudah murah sekalipun terus terkena tekanan jual. Padahal secara teknikal, sudah sangat banyak saham-saham yang harganya terpangkas cukup banyak.
Baik itu investor lokal maupun asing masih terus kabur dari lantai bursa. Hingga siang ini transaksi asing sudah tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai cukup besar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 52.000 kali pada volume 3,243 juta lot saham senilai Rp 1,781 triliun. Sebanyak 13 saham naik, sisanya 283 saham turun, dan 20 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di regional tidak banyak berubah hingga siang hari ini, masih kompak terpuruk di zona merah. Koreksinya masih cukup dalam karena sentimen negatif dari pasar global.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 42,19 poin (1,78%) ke level 2.331,25. Β
- Indeks Hang Seng terjun bebas 439,33 poin (2,37%) ke level 18.119,01. Β
- Indeks Nikkei 225 jatuh 181,03 poin (2,14%) ke level 8.259,22.
- Indeks Straits Times ambles 39,77 poin (1,45%) ke level 2.705,94. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.050 ke Rp 56.050, Bumi Teknokultura (BTEK) naik Rp 40 ke Rp 1.090, Japfa (JPFA) naik Rp 25 ke Rp 4.125, dan Bank Windu (MCOR) naik Rp 18 ke Rp 188.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.900 ke Rp 50.850, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.350 ke Rp 32.900, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.350 ke Rp 13.650, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 1.150 ke Rp 21.850.
(ang/dru)











































