Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono mengungkapkan, pelemahan mata uang terjadi tidak hanya rupiah namun beberapa mata uang regional.
"Pelemahan rupiah dan juga mata uang regional lainnya masih dipengaruhi oleh sentimen negatif perkembangan Eropa yang tidak saja akibat Yunani namun juga telah mengakibatkan negara-negara peripheral Eropa seperti Spanyol mulai menunjukkan perkembangan memburuk," ungkap Hartadi dalam penjelasannya kepada detikFinance, Selasa (5/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hartadi, hal ini akan terus berlangsung selama belum ada upaya menyelesaikan masalah di Eropa. Sebelum ini selesai, sambung Hartadi maka dolar AS akan cenderung menguat, dan mata uang lain melemah.
"BI akan terus menjaga pasar valuta asing dengan menambah likuiditas sehingga tidak terjadi shortage yang mengakibatkan pelemahan rupiah yang berlebihan," tutup Hartadi.
(dru/ang)











































