Mereka tidak menyebutkan spesifikasi target pengumpulan dana atau waktu IPO dalam pernyataan di situs Kementerian Perlindungan Lingkungan. Namun disebutkan bahwa hasil IPO akan digunakan bagi lima proyek dengan total investasi 173,5 miliar yuan (Rp 256,15 triliun).
Kementerian menyatakan bahwa mereka sudah menyetujui rencana IPO tersebut, yang masih menunggu persetujuan dari regulator sekuritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah belum memutuskan kapan mulai menyetujui proyek pembangkit tenaga nuklir baru. Tapi Dewan Pemerintahan Kabinet China minggu lalu sudah menyetujui sebuah rencana keamanan nuklir dan mengatakan pembangkit tersebut sudah memenuhi standar keamanan internasional.
Media setempat melaporkan, kemungkinan besar China akan menurunkan target kapasitas generator tenaga nuklir 2020 menjadi 60-70 gigawatt (GW) dari perkiraan sebelumnya yakni sekitar 80 GW.
China National Nuclear dibentuk tahun lalu sebagai bagian dari restrukturisasi induk perusahaan yang dimiliki negara, China National Nuclear Corporation (CNNC).
Perusahaan China di industri-industri seperti nuklir, pertambangan dan kimia harus mendapat persetujuan dari kementerian lingkungan sebelum bisa mengajukan aplikasi IPO ke pengawas sekuritas, China Securities Regulatory Commission (CSRC).
Jika semua atau mayoritas proyek yang direncanakan itu keuangannya berasal dari hasil penjualan saham, IPO China National Nuclear akan luar biasa besar. Sangat mungkin melampaui dual listing Hong Kong β Shanghai, Agricultural Bank of China yang saat ini tercatat sebagai IPO terbesar di China.
(ang/ang)











































