Deputi Menteri BUMN Bidang Privatisasi dan Perencanaan Strategis, Pandu A Djajanto menerangkan, investor asing tidak memiliki banyak pilihan berinvestasi. Di tengah kekhawatiran krisis Eropa dan perlambatan ekonomi China, Indonesia menjadi satu diantara negara pilihan investasi yang rasional.
"Pasar pasti ada dinamisasi namun transaksi yang terjadi tebal (dalam jumlah banyak). Ini menunjukkan pasar saham dipercaya investor. Kedua, secara makro tidak ada tempat untuk menempatkan ada, termasuk China. Sehingga kalau cuma serap Semen Baturaja, Waskita Karya atau rights issue BTN, pasti akan terserap," kata Pandu di kantornya, Jakarta, Jumat (8/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil IPO digunakan untuk ekspansi perluasan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi. Untuk ekspansi produksi mencapai 2 juta ton, dan ekspansi pabrik memiliki kemampuan tambahannya sampai 1,5 juta ton.
BUMN kedua yang bersiap IPO adalah PT Waskita Karya. Pelepasan saham terlaksana pada triwulan IV-2012 dengan targer dana Rp 750-900 miliar.
Selain itu terdapat anak usaha BUMN yang digadang-gadang segera go public. Pandu menyebut calon kuatnya diantaranya, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Aerowisata Catering Services. Dua lain anak usaha PT PLN yakni PLN Batam serta anak usaha PT Pertamina, PT Pertamina Drilling Services Indonesia.
"Namun itu usulan dari pemegang saham, yakni BUMN. Mereka telah menilai nama-nama itu yang paling siap. Kita dapat konfirmasi dari mereka," imbuhnya.
(wep/ang)











































