Penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Toba Bara Sejahtra milik Jenderal Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan terpangkas menjadi hanya 15% seiring dengan masuknya satu investor strategis asal Hong Kong.
"Iya ada anchor investor yang siap masuk dari luar negeri," kata Luhut di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (11/6/2012).
Investor strategis ini nanti akan masuk dan membeli sebagian saham perdana, namun terpisah dari proses penawaran 317,966 juta lembar yang ditawarkan kepada publik. Luhut mengaku, investor strategis ini berasal dari Hong Kong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kisaran harga perdana sekitar Rp 1.850-2.400, maka nilai IPO perusahaan Luhut ini mencapai Rp 760 miliar. Nilai ini pun jauh lebih kecil dari perkiraan Luhut sebelumnya Rp 3,6 triliun atau US$ 400 juta.
Direktur Utama Toba Bara, Justarina Naiborhu menegaskan, pemangkasan nilai IPO ini juga terkait kondisi pasar saham yang masih volotile.
Perseroan juga telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Morgan Stanley Asia Indonesia, dan CLSA Indonesia sebagai penjamin emisi dalam hajatan tersebut.
Saham juga akan ditawarkan melalui roadshow di Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
Hasil penjualan saham digunakan untuk pengembangan areal tambang yang dimiliki perseroan di Kalimantan Timur. Lebih rinci sekitar 15% untuk membayar fasilitas pinjaman kepada BNP Paribas.
Kemudian, sekitar 50% untuk membiayai kegiatan pertambangan dan sekitar 35% untuk akuisisi konsesi pertambangan atau membiayai modal kerja, serta mendanai kegiatan ekslorasi pada konsesi TBS.
(wep/ang)











































