Transaksi Sepi, IHSG Turun 3,217 Poin

Transaksi Sepi, IHSG Turun 3,217 Poin

- detikFinance
Jumat, 20 Agu 2004 16:20 WIB
Jakarta - Hampir sepanjang pekan ini perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) berlangsung sepi akibat minimnya sentimen positif. Investor juga kurang bergairah untuk mengambil posisi beli. Alhasil, jumlah transaksi yang terjadi tidak terlalu besar.Hal itu pun terjadi pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (20/8/2004), dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,217 poin pada level 750,472.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling likuid turun 1,035 poin pada level 163,049, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,173 poin pada level 125,847, Indeks Papan Utama (MBX) turun 1,095 poin pada level 200,956 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 0,457 poin pada level 174,139.Perdagangan di pasar reguler berlangsung sepi dengan transaksi sebanyak 7.535 kali pada volume 500.435 lot saham senilai Rp 218,008 miliar. Sebanyak 35 saham mencatat kenaikan harga, 63 saham mengalami penurunan harga dan 281 saham lainnya tidak beranjak dari posisi sebelumnya alias stagnan.Saham-saham yang mengalami penurunan harga di jajaran top loser di antaranya Aneka Kimia Raya (AKRA) turun Rp 300 menjadi Rp 1.950, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 menjadi Rp 5.200, Sorini Corporation (SOBI) turun Rp 75 menjadi Rp 950, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 5.750 dan Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.700.Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di deretan top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 menjadi Rp 9.500, Palm Asia Corpora (PLAS) naik Rp 90 menjadi Rp 355, Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) naik Rp 75 menjadi Rp 1.175, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 25 menjadi Rp 1.500 dan Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 25 menjadi Rp 675.Minimnya sentimen positif membuat perdagangan saham hari ini sangat lesu karena investor lebih banyak memilih sikap wait and see. Investor juga belum berani masuk ke bursa karena sentimen bursa regional dan global masih negatif akibat membumbungnya harga minyak dunia. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads