Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi 9.480 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdaganga kemarin.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah tipis 3,328 poin (0,09%) ke level 3.940,569 terkena aksi ambil untung. Indeks mengakhiri penguatan yang sudah terjadi empat perdagangan berturut-turut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu juga menjadi alasan investor mengambil untung pada perdagangan hari ini. Indeks pun meluncur ke posisi terendahnya hari ini di 3.877,514.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (20/6/2012), IHSG turun 37,750 poin (0,96%) ke level 3.906,147 akibat aksi profit taking di saham-saham yang kemarin sudah menguat. Seluruh indeks sektoral pun kompak melemah.
Saham-saham unggulan dan lapis dua yang kemarin naik tinggi kini mulai dilepas demi ambil untung. Aksi jual dilakukan oleh investor lokal dan asing.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (21/6/2012), IHSG ditutup anjlok 42,109 poin (1,07%) ke level 3.901,799. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 7,766 poin (1,14%) ke level 667,526.
Data manufaktur China menyentuh level terendahnya dalam tujuh bulan terakhir di bulan Juni. Hal ini memberi tekanan kepada pemerintah setempat untuk mulai bergerak untuk meningkatkan aktifitas ekonominya.
Selain itu, pertumbuhan sektor swasta di Eropa juga ambles ke posisi terbawahnya sejak tiga tahun terakhir menjelang triwulan II tahun ini. Sentimen-sentimen negatif ini membuat aksi jual makin marak di lantai bursa.
Investor asing justru menempatkan dananya di lantai bursa di tengah aksi jual investor lokal. Hingga sore ini transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 23,901 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 120.408 kali pada volume 9,37 juta lot saham senilai Rp 4,065 triliun. Sebanyak 83 saham naik, sisanya 178 saham turun, dan 77 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed cenderung melemah. Bursa saham Jepang masih tahan sentimen negatif dan bertahan di zona hijau.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 32,00 poin (1,40%) ke level 2.260,88. Â
- Indeks Hang Seng melemah 253,78 poin (1,30%) ke level 19.265,07. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 71,76 poin (0,82%) ke level 8.824,07. Â
- Indeks Straits Times turun 23,68 poin (0,83%) ke level 2.832,00. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 190.000, Fast Food (FAST) naik Rp 400 ke Rp 13.900, Lion Metal (LION) naik Rp 400 ke Rp 9.600, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 350 ke Rp 9.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 58.950, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 22.100, Bayan (BYAN) turun Rp 600 ke Rp 11.700, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 550 ke Rp 6.600.
(ang/dru)











































