Presiden Direktur LPPF, Benjamin J. Mailool mengatakan, kebijakan pengurangan utang sudah menjadi keputusan manajemen. Posisi utang berjalan saat ini sudah berkurang dari Rp 3,2 triliun pada awal 2012 menjadi 2,1 triliun di Mei lalu.
"Pelunasan utang, kira-kira Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun," kata Benjamin di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Jumat (22/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"70% ada di luar Jawa. Kita ekspansi bagus sekali, dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 20%. Sepanjang 2011 saja sudah tumbuh 13%, tentu dengan toko baru growth-nya akan lebih baik," paparnya.
Biaya pembangunan 15 toko diambil dari laba besih tahun buku 2011, yang mencapai Rp 465,6 miliar. "Jadi karena kita butuh ekspansi, kita putuskan tidak membagi dividen. Laba ini saja sudah habis untuk buka toko," ucap Benjamin.
Menghadapi hari raya Lebaran, LPPF tentu siap menawarkan ragam promosi. Perseroan akan menggenjor penjualan, karena bulan Ramadhan dan Lebaran menjadi 'musim panen' Matahari.
"Lebaran itu kontribusinya sekitar 30%-40% dari total penjualan tahunan. Kalau bulan-bulan lain, hanya 60% itupun dibagi sebelas," imbuhnya.
(wep/hen)











































