Berdasarkan keterangan tertulis perseroan, Jumat (22/6/2012), penambahan emisi obligasi itu sudah mendapat penyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Obligasi tersebut diterbitkan dalam tiga jenis. Pertama, obligasi seri A senilai Rp 1,2 triliun dengan berjangka waktu tujuh tahun. Sementara bunganya dipatok 8,625%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil penerbitan obligasi sekitar 65% sebagai pembayaran lisensi jaringan kepada pemerintah. Lisensi ini berupa biaya hak penggunaan izin pita spektrum frekuensi radio (IPSFR) penyelenggaran jaringan bergerak selular di frekuensi radio 800 mhz, 900 mhz dan 1.800 mhz untuk periode 15 Desember 2012-14 Desember 2013.
Lisensi memiliki waktu 10 tahun dan dapat diperpanjang dalam rentan yang sama ke depan. Obligasi juga digunakan sebagai dana pembelian base station subsystem (BSS) guna menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jaringan.
(ang/dru)











































