Divestasi 30 persen Saham BNI Dipastikan Oktober 2004
Sabtu, 21 Agu 2004 17:57 WIB
Cianjur - Dirut Bank BNI Sigit Pramono yakin Oktober nanti proses divestasi saham BNI sebesar 30 persen lewat secondary public offering bisa dilaksanakan.Diharapkan pekan depan DPR sudah memberikan persetujuan tentang divestasi itu."Tadi kita dapat berita dari Departemen Keuangan bahwa target penerimaan APBN 2004 masih memasukkan hasil divestasi BNI. Jadi kita harap sesuai jadwal yakni Oktober divestasi 30 persen bisa dilaksanakan mudah-mudahan minggu depan pemerintah mendapat persetujuan dari DPR karena ini kan menyangkut pemegang saham dengan DPR," kata Sigit di sela-sela work shop mengenai Divestasi BUMN di Hotel Yasmin, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (21/8/2004).Dikatakan dia, sejauh ini proses divestasi sudah dilaksanakan seperti persiapan prospektus, roadshow dan melaporkan laporan keuangan yang sudah diaudit kepada publik sebagai dasar untuk melaksanakan secondary public offering tersebut.Pertimbangan divestasi pada Oktober 2004, menurut Sigit, didasarkan alasan saat ini persepsi pasar sudah lebih positif terhadap kinerja perusahaan.Sigit juga menjelaskan dari 30 persen saham yang akan dilepas sebanyak 1 persen merupakan Employ Manajemen Stock Option Process (EMSOP) yang khusus untuk karyawan. Namun, berapa lama saham karyawan akan dikunci sejauh ini belum diputuskan.Saat ditanya, kemungkinannya jika DPR tidak menyetujui divestasi saham BNI, Sigit mengaku tidak bisa berspekulasi. Yang pasti diharapkan proses divestasi bisa tetap dilaksanakan pada Oktober. "Divestasi tetap harus jalan tahun ini, karena selain masuk dalam penerimaan pemerintah. Saat ini, saham BNI di pasar modal juga tidak likuid sehingga perbaikan apapun di BNI tidak akan pernah bisa mencerminkan kinerja dalam sahamnya karena tidak likuid tadi. Disamping itu, dari sisi kepentingan pemerintah divestasi juga penting untuk menjaga kinerja perusahaan," kata Sigit. Asisten Deputi Maneg BUMN Pandu Djajanto menambahkan dari sekitar Rp 6 triliun target penerimaan APBN dari Privatisasi dan divestasi, baru diperoleh pemasukan sekitar Rp 3,6 triliun sehingga masih ada sekitar Rp 2 triliun lagi yang masih dicapai, diantaranya dari divestsi BNI, Antam, Timah dan beberapa BUMN lainnya. Karena itu, dia berharap, DPR segera memberikan persetujuan atas divestasi BNI. "Insya allah Rp 2,5 triliun bisa ditutup jika ada persetujuan dari DPR. Namun, berapa dana yang bisa diperoleh dari hasil divestasi BNI sangat tergantung valuasinya," ujar Pandu.Secara internal, menurutnya, kinerja BNI sudah cukup bagus. Selain itu, BNI perusahaan terbuka sehingga diharapkan proses divestasi bisa berjalan sesuai target. "Kalau DPR tidak menyetujui, tentu kita akan kejar-kejaran nantinya tetapi kita harap ini bisa tercapai," imbuhnya.
(aan/)











































