Jika klub sepakbola berjuluk 'setan merah' itu memilih indeks Straits Times di Singapura, maka dana yang diraup bisa mencapai US$ 1 miliar (Rp 9 triliun), ketimbang dana IPO di New York Stock Exchange (NYSE) yang hanya US$ 100 juta (Rp 950 miliar).
Belum jelas alasan MU akhirnya memilih AS daripada Singapura. Dalam dokumen IPO yang diserahkan ke Securities and Exchange Commission, MU berkilah situasi pasar saham Asia saat ini sedang berfluktuatif dan kurang kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukanlah pertama kali MU masuk bursa. Pertama kali pernah dilakukannya pada 1992, sampai pada tahun 2005 MU keluar dari lantai bursa setelah dibeli oleh keluarga Glazer melalui mekanisme LBO (leveraged buy-out).
Dana yang digelontorkan oleh keluarga Glazer mencapai US$ 1,2 miliar atau setara Rp 11 triliun untuk klub bola tersebut, dengan US$ 790 juta restrukturisasi utang. Utang ini yang akhirnya menambah jumlah utang MU yang sebelumnya sudah ada.
Namun, belum apa-apa rencana IPO MU ini sudah dipandang sebelah mata dan dianggap sama seperti IPO Facebook yang gagal. Keduanya bisa jadi mirip, sama-sama perusahaan besar yang dikenal luas, tapi tidak punya alasan yang jelas untuk memberikan nilai tambah terhadap investor dalam jangka panjang.
Nilai IPO-nya juga semakin menyusut setelah memilih listing di AS. Dana tersebut lebih kecil daripada jumlah yang diraih MU ketika menjual Cristiano Ronaldo ke Real Madrid. Nilai transfernya waktu itu mencapai 80 juta poundsterling atau setara Rp 1,2 triliun.
(ang/dnl)










































