Bank Jabar menyiapkan dana hingga Rp 50 miliar untuk akuisisi 3 BPR tersebut. "Awalnya kami merencanakan mengakuisisi 10 BPR. Namun, yang sudah selesai kami akuisisi itu ada tiga BPR. Jadi tahun ini cuma tiga saja," ungkap Direktur Utama Bank Jabar Bien Subiantoro dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (11/7/2012).
Β
Menurut Bien, batalnya Bank Jabar mengakuisisi 10 BPR tersebut karena saat dilakukan uji kelayakan terhadap tujuh BPR lainnya hasilnya tidak sesuai. "Yang lainnya tidak sesuai dengan keinginan kami. Jadi buat apa kami paksakan," ujar Bien.
Bank Jabar juga sempat membidik wilayah lainnya, antara lain Majalengka, Indramayu, Bogor, dan Bekasi. Total dana yang disiapkan perusahaan pelat merah ini mencapai Rp 50 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan akuisisi BPR, Bank Jabar berharap dapat mendorong peningkatan kredit mikro menjadi Rp 6 triliun.
Menyinggung kerjasama dengan PT Intiland Development Tbk dalam pambiayaan kredit kepemilikan apartemen (KPA), dikatakan, tujuan kerjasama ini adalah pembiayaan Bank Jabar KPA kepada end user untuk pembelian apartemen Aeropolis Residence, yang berlokasi di Cengkareng, Tangerang.
"Plafon kredit yang disediakan Bank Jabar untuk per unitnya mulai dari Rp 25 juta sampai di atas Rp 10 miliar. Kalau ada yang mengajukan, BJB siap menyalurkan," tambahnya.
Dia menambahkan, melalui kerjasama ini diharapkan akan mendukung ekspansi program KPA dari Bank Jabar ke berbagai kalangan masyarakat termasuk menengah ke atas.
Sementara itu, total pinjaman konsumer Bank Jabar pada triwulan pertama tahun 2012 sebesar Rp 20,4 triliun naik 21,6% dibandingkan triwulan pertama tahun 2011 (YoY) yaitu Rp 16,8 triliun.
(dru/ang)











































