Menurut Direktur Utama SHID Hariyadi B Sukamdani, skema pendanaan tengah disiapkan perseroan diantaranya penerbitan surat utang (obligasi, notes), atau pinjaman kepada perbankan.
Alternatif pendanaan yang dipilih akan diputusankan bulan Agustus mendatang. "Keputusan akhir Agustus karena proyek tersebut akan dimulai pada semester II," katanya di Jakarta, Selasa (24/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya perseroan telah menjaminkan 50% asetnya dalam rangka ekspansi jangka panjang. Nilai penjaminan sekitar Rp 620 miliar. Penjaminan pula telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham.
Sebagai informasi, perseroan tahun ini menargetkan pendapatan Rp 207,2 miliar. Sedangkan laba SHID dipatok Rp 42 miliar.
Perseroan juga akan membangun hotel di Lampung dengan nilai investasi Rp 300 miliar. Pengerjaan mulai paruh kedua 2012 dan selesai awal 2014. Hotel berada di areal 4 ha dan siap memberikan pendapatan berulang (recurring income) yang lebih besar dua tahun mendatang.
Pada awal Maret, perseroan diketahui juga mendapat pinjaman dari Bank CIMB Niaga senilai Rp180 miliar. Sekitar Rp 120 miliar sebagai dana pelunasan pinjaman lama, kemudian Rp 60 miliar untuk renovasi kamar dan fasilitas lain dari Hotel Sahid Jaya Jakarta dan pembiayaan kembali aset tetap perseroan.
(/)











































