Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.490 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 2,420 poin (0,06%) ke level 4.012,213 di tengah maraknya sentimen negatif terutama krisis utang Uni Eropa. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan yang sudah murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di media lokal Jerman dilaporkan adanya kemungkinan International Monetary Fund (IMF) tidak akan melanjutkan dana bantuan bagi Yunani. Institusi finansial internasional itu akan bertemu dengan pemerintah Yunani guna membahas hal tersebut.
Meski di tengah berbagai sentimen negatif tersebut, IHSG berhasil menanjak ke posisi tertingginya hari ini di 4.035,283. Setelah naik cukup tinggi, investor mulai mengambil untung dan indeks pun jatuh ke zona merah.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 11,283 poin (0,29%) ke level 3.998,510 di tengah perdagangan yang sepi. Memburuknya situasi global membuat investor memilih wait and see.
Investor menjadi kurang bersemangat akibat berbagai sentimen eksternal tadi. Sehingga perdagangan kali ini berjalan cukup sepi. Investor asing juga memilih untuk lakukan aksi tunggu sampai situasi global mereda.
Semakin sore aksi jual makin marak. Indeks pun sempat ambles hingga ke titik terendahnya hari ini di level 3.982,242. Indeks masih bergerak dalam rentang tipis.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (24/7/2012), IHSG ditutup melemah 17,680 poin (0,45%) ke level 3.992,113. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 4,326 poin (0,64%) ke level 678,100.
Aksi jual dilakukan oleh investor asing dan domestik. Transaksi pemodal asing sendiri tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 130,743 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 100.558 kali pada volume 7,725 juta lot saham senilai Rp 3,516 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 104 saham stagnan.
Bursa saham Hong Kong yang telat membuka perdagangan akibat angin topan langsung terkena koreksi yang cukup tajam. Sedangkan bursa-bursa di regional lainnya bergerak mixed sore ini.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
- Indeks Shanghai naik 5,19 poin (0,24%) ke level 2.146,59. Â
- Indeks Hang Seng melemah 150,27 poin (0,79%) ke level 18.903,20. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 20,23 poin (0,24%) ke level 8.488,09. Â
- Indeks Straits Times menguat 15,93 poin (0,53%) ke level 2.998,42. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.000 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (IMTG) turun Rp 900 ke Rp 36.450, Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 22.150, dan Sarana Menara (TOWR) Rp 600 ke Rp 16.000.
(ang/dnl)











































