Akumulasi Saham Jelang Penutupan, IHSG Tetap Datar

Akumulasi Saham Jelang Penutupan, IHSG Tetap Datar

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 26 Jul 2012 16:10 WIB
Akumulasi Saham Jelang Penutupan, IHSG Tetap Datar
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan datar, hanya naik 3 poin berkat aksi beli jelang penutupan. Sepanjang perdagangan indeks bergerak fluktuatif di tengah sepinya transaksi.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi 9.505 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.480 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 0,208 poin (0,01%) ke level 4.001,047 akibat aksi tunggu investor terkait situasi pasar global yang belum kondusif. Positifnya bursa Asia membuat indeks menanjak secara perlahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku pasar masih mengharapkan adanya tambahan stimulus dari Federal Reserve untuk menggenjot ekonomi. The Wall Street Journal kemarin melaporkan bahwa bank sentral sedang menggodok rencana tersebut.

Pergerakan indeks masih serba tipis. Investor masih lakukan aksi tunggu terkait buruknya sentimen dari pasar global. Indeks sempat naik ke posiis tertingginya di 4.015,025 sebelum akhirnya terkoreksi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 4,368 poin (0,11%) ke level 3.996,471 menyusul aksi tunggu yang dilakukan investor. Transaksi di lantai bursa pun tidak terlalu ramai.

Saham-saham lapis dua menjadi sasaran untuk aksi jual hari ini, sedangkan saham-saham unggulan terutama berbasis konsumer menjadi incaran para pelaku pasar.

Indeks kesulitan untuk kembali ke zona hijau memasuki perdagangan sore. Aksi jual selektif terjadi sehingga indeks terus bergerak datar.

Jelang penutupan, aksi beli mulai muncul. Investor memanfaatkan menit-menit terakhir untuk pembentukan harga saham. Tapi sayang aksi beli ini gagal membawa indeks balik lagi ke zona hijau.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (26/7/2012), IHSG ditutup naik tipis 3,937 poin (0,10%) ke level 4.004,776. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 1,818 poin (0,27%) ke level 680,630.

Aksi beli itu banyak dilakukan oleh investor lokal. Sedangkan investor asing hingga sore ini melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 261,134 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 116.697 kali pada volume 4,472 juta lot saham senilai Rp 2,907 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Akhirnya bursa-bursa di Asia bergerak mixed menutup perdagangan hari ini setelah siang tadi masih kompak bergerak di zona merah. Bursa China menjadi satu-satunya yang melemah.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 10,15 poin (0,47%) ke level 2.126,00.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 15,46 poin (0,08%) ke level 18.892,79.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 77,20 poin (0,92%) ke level 8.443,10.  
  • Indeks Straits Times bertambah 19,89 poin (0,67%) ke level 3.010,81.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 900 ke Rp 22.100, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 23.300, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 51.000, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 22.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 56.650, Century Textille (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 7.000, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 500 ke Rp 2.300, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 20.750.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads