Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan pada posisi Rp 9.465 per dolar AS, sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 5,637 poin (0,13%) ke level 4.111,136 mengikuti optimisme yang terjadi di pasar global. Investor semakin berharap European Central Bank (ECB) segera melakukan langkah nyata terkait krisis utang Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks bergerak dalam rentang yang tipis, sejak pagi tadi naik-turun antara zona positif dan negatif. Posisi tertingginya yang bisa diraih hari ini ada di level 4.119,576.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 1,655 poin (0,05%) ke level 4.103,844. Indeks bergerak fluktuatif di tengah perdagangan yang cukup sepi.
Pelaku pasar masih lakukan aksi tunggu terkait dengan rencana pembelian surat utang negara-negara Eropa oleh ECB. Sampai itu dilakukan, investor memilih untuk bermain aman dan tidak terlalu agresif.
Aksi jual malah makin marak mendekati penutupan perdagangan. Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di posisi 4.080,344
Mengakhiri perdagangan, Selasa (7/8/2012), IHSG ditutup melemah 19,919 poin (0,49%) ke level 4.085,580. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 4,453 poin (0,64%) ke level 699,299.
Saham-saham lapis dua paling banyak terkena tekanan jual, sehingga delapan indeks sektoral terjebak di zona merah. Hanya dua sektor yang berhasil menguat, yaitu agrikultur dan properti.
Investor asing kurang bersemangat hari ini meski sudah melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tapi hanya tipis, yaitu Rp 120,562 miliar di seluruh pasar.
Transaksi di lantai bursa sedikit meningkat akibat adanya transaksi tutup sendiri di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh lima broker senilai Rp 1,4 triliun. Seluruh transaksi dilakukan di pasar negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 125.782 kali pada volume 12,807 juta lot saham senilai Rp 5,364 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 99 saham stagnan.
Mengakhiri perdagangan hari ini, bursa-bursa di Asia akhirnya berhasil kompak menguat di teritori positif. Harapan akan pembelian obligasi oleh ECB membuat investor Asia cukup bersemangat.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,70 poin (0,13%) ke level 2.157,62. Â
- Indeks Hang Seng menguat 73,83 poin (0,37%) ke level 20.072,55. Â
- Indeks Nikkei 225 naik 77,02 poin (0,88%) ke level 8.803,31. Â
- Indeks Straits Times bertambah 1,24 poin (0,04%) ke level 3.073,06. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 4.500 ke Rp 195.000, Taisho (SQBI) naik Rp 3.000 ke Rp 240.000, Multi Prima (LPIN) naik Rp 375 ke Rp 4.250, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 150 ke Rp 17.950.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 850 ke Rp 9.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 50.650, Unilever (UNVER) turun Rp 600 ke Rp 24.000, dan Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 21.400.
(ang/wep)











































