Apple diyakini sejumlah analis segera memecah sahamnya (stock split) karena sudah terlalu mahal. Saham AAPL terakhir berada pada level US$ 619.86 (Rp 5,58 juta) per lembar atau naik 0,17% dari posisi sebelumnya.
Adalah analis Toni Sacconaghi dari Bernstein Reaserch yang menyampaikan kabar itu, seperti dilansir CNBC, Kamis (9/8/2012).
Hasil kajian Sacconaghi menerangkan, manajemen Apple tidak lama lagi siap menggelar stock split. "Kami yakin perusahaan (Apple) akan melakukan pemecahan saham. Manajeman bahkan telah meminta masukan dari kami," tulis Sacconaghi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan stock split AAPL pula, saham perseroan lebih murah meski nilai keseluruhan saham tetap.
Sebagai ilustrasi, saat stock split disepakati pemegang saham 1:2 dengan harga AAPL US$ 600 akan menjadi US$ 300. Atau bahkan jika rasio pecah saham 1: 10, saham AAPL seolah turun menjadi US$ 60. Namun pemegang saham memiliki sembilan saham AAPL baru.
Saat pecah saham terjadi, menjadikan AAPL makin populer dan banyak diperdagangkan oleh investor ritel. Aktivitas ini menjadikan katalis tersendiri atas pergerakan AAPL di NYSE.
"Jika harga menjadi US$ 300 atau US$ 60 maka membawa bahwa psikologis, dan makin banyak aktivitas pembelian dibandingkan harga saat ini US$ 600," tulis Jon Najarian dari optionMonster. (wep/ang)











































