Berdasarkan data BEI surat utang yang sudah ditawarkan kepada investor terdiri dari 38 emisi baru. 33 emiten diataranya tercatat di Bursa. Nilai obligasi per Juli 2012 Rp 42,47 triliun ini, telah meningkat 19% (year to year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau sedikit lagi menyamai total nilai obligasi di 2011, Rp 45 triliun.
Lebih rinci Bursa menjelaskan, 34 emisi obligasi konvensional bernilai Rp 40,99 triliun. Sedangkan sisana empat emisi sukuk Rp 1,47 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari banyak perusahaan yang menerbitkan obligasi, tiga diantaranya baru pertama kali masuk pasar modal, yakni PT Bank Pembangunan Daerah Maluku, PT BII Finance Finance Center dan PT Indomobil Wahana Trada.
Sementara total keseluruhan emisi surat berharga, obligasi, sukuk, EBA mencapai Rp 170,03 triliun per Juli, yang terdiri dari 196 emisi dan 320 seri. Emisi obligasi sekitar Rp 162,54 triliun dan US$ 80 juta. Kemudian emisi Sukuk Rp 6,27 triliun, serta empat emisi KIK EBA RP 1,208 triliun.
"Jumlah emisi tercatat meningkat 12% dan nilai emisi tercatat meningkat 26% dari tahun 2011," paparnya.
Sedangkan, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI 2012 mencapai Rp 137,23 triliun, yang terdiri dari 89 seri. Pencatatan SBN tahun 2012 terdiri dari 25 seri pencatatan baru Rp 35,82 triliun, 63 seri pencatatan reopening Rp 95,95 triliun, dan satu pencatatan hasil debswitch Rp 5,45 triliun.
(wep/ang)










































