Mayoritas rencana orang-orang super kaya adalah membeli lebih banyak saham pada 12 bulan ke depan. Faktanya, saham mengalahkan aset lain dalam pilihan orang kaya menempatkan uangnya pada 2012.
Sebuah penelitian terbaru dari Spectrem Group yang mensurvey orang-orang bernilai US$ 25 juta atau lebih (tidak termasuk tempat tinggal utama) menemukan bahwa 62% berencana berinvestasi di saham pada 12 bulan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survey menunjukkan bahwa 42% responden mengatakan ekonomi telah melewati masa buruk dan akan membaik dalam enam bulan ke depan. Kekuatiran nasional paling utama adalah keamanan dan kesejahteraan negara, diikuti oleh situasi politik dan pemilu mendatang. Ekonomi berada di peringkat keempat, diikuti oleh pajak dan bursa saham.
Kaum 1% itu lebih banyak menyimpan kekayaannya di perusahaan tertutup daripada saham publik. Mereka menyimpan 17% asetnya di perusahaan tertutup, naik 7% daripada tahun 2010. Kepemilikan saham mereka sudah berkurang hingga di bawah 10%.
Jadi kenapa kaum kaya AS membeli saham meski pesimis dengan ekonomi negara?
Presiden Spectrem, George Walper mengatakan periset tidak bertanya ke responden berapa banyak uang yang kaum kaya rencanakan taruh di saham. Spectrem hanya menanyakan, apakah mereka berniat membeli saham.
“Kelompok ini selalu berinvestasi di ekuitas, jadi ini hanya melanjutkan tren saja,” kata Walper, dikutip dari CNBC (6/9/2012). Tapi kesukaan mereka terhadap saham juga dipengaruhi oleh tingkat imbal hasil.
Obligasi dan pasar uang merupakan uang mati sekarang. Sebagai sebuah kelompok, golongan super kaya raya ini sangat agresif jika tentang imbal hasil uang mereka. Survey menemukan bahwa lebih dari 62% ingin imbal hasil tahunan atau 9% atau lebih.
Sementara 64% mengatakan mereka bisa melakukan lebih baik lagi daripada bursa saham. Dan hampir ¾ mengatakan berani ambil resiko sangat penting demi menambah kekayaan mereka. Kebutuhan akan imbal hasil itulah yang membuat orang-orang super kaya ini kembali saham, hedge funds dan alternatif lainnya.
(ang/ang)











































