PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membentuk perusahaan patungan (joint ventures company/JVC) bernama PT Huadian Bukit Asam Power dengan menggaet China Huadian Hong Kong Company Limited. Anak usaha itu akan menggarap PLTU 2x620 Megawatt (MW) Mulut Tambang Banko Tengah di Muara Enim, Sumatera Selatan.
Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/9/2012), perusahaan plat merah itu menguasai 45% di anak usahanya itu, sementara sisanya 55% dimiliki oleh mitranya. Nilai proyek ini mencapai US$ 1,59 miliar atau setara Rp 14,3 triliun.
Sebanyak 25% dari jumlah tersebut akan dibiayai oleh modal anak usaha sendiri sementara 75% akan diambil dari pinjaman. Modal yang harus dikeluarkan oleh anak usaha itu sebanyak US$ 397,73 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, JVC ini akan melakukan penandatanganan perjanjian pasokan batu bara dengan PTBA untuk jangka waktu 25 tahun dengan jumlah 5,4 juta ton per tahun.
Anak usahanya itu juga akan menandatangani perjanjian jual beli listrik dengan PT PLN (Persero) berjangka waktu 25 tahun, dengan kapasitas bersih penyediaan listrik sebesar 2x620,4 MW. Listrik ini rencananya akan disalurkan ke sistem listrik Sumatera dan Jawa. (ang/dnl)











































