Perusahaan Tambang Bakrie Simpan Emas Berlimpah di Gorontalo dan Newmont

Perusahaan Tambang Bakrie Simpan Emas Berlimpah di Gorontalo dan Newmont

- detikFinance
Jumat, 14 Sep 2012 13:44 WIB
Perusahaan Tambang Bakrie Simpan Emas Berlimpah di Gorontalo dan Newmont
Jakarta - Usai mengumumkan potensi emas dan bijih tembaga di Gorontalo sebesar 292 juta ton, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendapat rekomendasi positif dari analis. Meski dari seluruh konsesi yang dimiliki BRMS, hanya tambang Batu Hijau PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah menghasilkan.

Berdasarkan hasil riset Panin Sekuritas, yang disampaikan Fajar Indra, Jumat (14/9/2012), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini memiliki potensi positif pada tambang Batu Hijau dan JORC PT Gorontalo Minerals.

Kedua potensi ini pun langsung disambut positif oleh pelaku pasar dengan kenaikan 15,3% menjadi Rp 490 per saham. "Kami pun lantas melakukan beberapa kalkulasi terkait dengan nilai aset bersih (Net Asset Value/NAV) dengan metodologi valuasi Sum of The Part (SOTP). Hingga saat ini kami masih melakukan perhitungan tersebut dan mungkin akan kami terbitkan dalam waktu dekat," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panin Sekuritas selanjutnya fokus pada risiko investasi, yakni kemampuan BRMS untuk mendanai berbagai proyek eksplorasinya. Saat ini pendapatan utama BRMS ditopang oleh dividen yang dibayarkan NNT.
 
"Sementara itu, area penambangan lainnya masih berada dalam tahapan greenfield. Selain itu, UU No. 4 Tahun 2009 tentang larangan
ekspor bijih mentah juga bisa menjadi batu sandungan jika tidak ada pengolahan lebih lanjut," paparnya.
 
NNT diketahui adalah cucu usaha BRMS, dengan kepemilikan secara tidak langsung atas 18% saham melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Pada triwulan I-2012 NNT mampu memproduksi 43 juta lbs tembaga serta 22.000 oz emas, dati total cadangan 8.4M lbs tembaga serta 7.9 juta oz emas dengan spesifikasi 0.6% tembaga serta 0.5 g/t emas.

Hasil analisa selanjutnya, Fajar mengaku potensi BRMS ini mampu menjadi katalis positif pemegang saham, Bumi Resources. Dengan BUMI memiliki 87% dari total saham yang dicatat, menjadikan pendapatan BRMS juga dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan BUMI.

"Kami melakukan uji korelasi pada kedua saham tersebut dalam satu tahun terakhir, dan hasilnya, saham BUMI dan BRMS terkorelasi positif cukup kuat dengan koefisien korelasi 0,833," paparnya.

Kamis kemarin, Vice President Investor Relations Bumi Resources Minerals Herwin Hidayat menjelaskan berdasarkan laporan SRK Consulting, lokasi tambang di Cabang Kiri dan Sungai Mak memiliki total sumber daya bijih sebesar 292 juta ton, dengan rata-rata kadar kualitas 0,5% (tembaga) dan 0.47 g/t (emas).

Wilayah tambang tersebut dioperasikan oleh PT Gorontalo Minerals, yang 80% sahamnya dimiliki oleh Bumi Resources Minerals dan 20% dimiliki PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads