Danareksa: IHSG Tembus 4.400 di Akhir Tahun

Danareksa: IHSG Tembus 4.400 di Akhir Tahun

- detikFinance
Rabu, 19 Sep 2012 08:22 WIB
Danareksa: IHSG Tembus 4.400 di Akhir Tahun
Jakarta - PT Danareksa Investment Management (DIM) optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai level 4.400 di akhir tahun. Pasalnya, program pemulihan ekonomi di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) sudah terasa hasilnya.

Implikasinya dari pemulihan ekonomi terhadap pasar saham pun telah terasa di berbagai negara. Indeks pertambangan, Agricultural dan Infrastruktur merupakan pendorong utama kenaikan pada minggu yang lalu.

"Untuk beberapa waktu ke depan seiring terus masuknya likuiditas ke pasar, kenaikan yang terjadi juga akan dapat dinikmati semua sektor," ujar Zulfa Hendri, Direktur Utama DIM dalam keterangannya, Rabu (18/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor pendukung level indeks dapat mencapai 4.400 adalah faktor global, yaitu Program Quantitative Easing 3 (QE3) oleh Bank Sentral AS untuk menambahkan likuiditas ke perbankan. Berdasarkan pengalaman, pada QE1 dan QE2 dana-dana yang diharapkan mengalir ke perekonomian itu sebagian justru tersalur ke pasar keuangan baik negara maju, negara berkembang, komoditas dan juga pasar mata uang.

"Indonesia secara langsung maupun tidak langsung, adalah salah satu negara tujuan mengalirnya likuiditas tersebut," ujarnya.

Pekan lalu antisipasi pengumuman program QE menyebabkan Bursa Dow Jones menguat sebesar 2,5% dan Bursa S&P 500 naik sebesar 1,9%. IHSG juga telah mencatat lagi rekor yang baru, yaitu pada perdagangan Jumat ditutup di level 4.257.

Bursa-bursa lainnya di Asia antara lain Bursa Hang Seng menguat sebesar 4,5%, Bursa Singapura (Strait Times) menguat sebesar 2,1%. Investor asing juga mencatatkan net buy lebih dari Rp 2 triliun dalam satu minggu terakhir.

Potensi pasar modal Indonesia tetap akan baik, valuasi IHSG sekarang ada di level 12x untuk tahun 2012. Valuasi IHSG saat ini tidaklah mahal dibanding dengan valuasi Indonesia pada tahun 2007 maupun tahun 1997.

Saat itu, valuasi Indonesia sampai berada di level 17x. Untuk rata-ratanya dari tahun 1995, P/E Indonesia tercatat di level 11,2x dengan standar deviasi plus minus 2,5. Melihat profil pertumbuhan yang lebih baik dan kemungkinan suku bunga rendah bertahan lama, potensi kenaikan lebih lanjut untuk IHSG bisa berlangsung cukup lama.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama ini didukung terutama oleh konsumsi masyarakat dan baru-baru ini porsi investasi juga meningkat signifikan. Artinya, ke depan konsumsi masyarakat Indonesia juga semakin baik dengan semakin membaiknya lapangan kerja dan perekonomian secara umum. Dengan keseimbangan yang baru ini, diharapkan pertumbuhan yang selama ini sudah ada, akan berlanjut untuk jangka menengah.

"Indonesia merupakan negara yang tepat untuk menerapkan growth investing. Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia masih mempunyai profil pertumbuhan pendapatan dan laba yang baik ke depan," imbuhnya.

Pertumbuhan ekonomi yang sehat didukung komposisi keuangan negara yang baik dan demografi. Ke depan, pertumbuhan ini akan semakin berkesinambungan seiring proyek infrastruktur yang direncanakan pemerintah akan berjalan dengan lancar," tambah Zulfa.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads