Performa awal yang kuat ini terjadi setelah IPO US$ 8,5 miliar, terbesar kedua di dunia tahun ini setelah Facebook. Kelahiran kembali JAL menandai perubahan haluan mengagumkan bagi maskapai yang bangkrut tiga tahun lalu ini.
Utang yang mencapai 2,3 triliun yen menjadikan kasus JAL sebagai krisis perusahaan terparah dalam sejarah Jepang. Maskapai ini terus terbang sembari menjalani proses rehabilitasi di bawah pengawasan pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden JAL Yoshiharu Ueki bicara pada Dow Jones Newswires bahwa para investor telah mempertanyakan apakah JAL bisa mempertahankan pesatnya pertumbuhan perusahaan. “Saya yakin dalam lima tahun, 10 tahun, pertumbuhan kami akan berkesinambungan,” kata Ueki menekankan dampak restrukturisasi, dikutip dari AFP (19/9/2012).
Ueki mengatakan gentingnya hubungan antara Jepang dan China yang disebabkan oleh perebutan teritori ini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap JAL. Dia mengatakan para manajer punya pengalaman bagaimana harus menanggapi jumlah penumpang yang mendadak anjlok.
Ueki menyebut tsunami dan gempa bumi tahun lalu sebagai pemicunya. “Kami sudah punya struktur inti yang memungkinkan kami bereaksi cepat,” pungkas Ueki.
(ang/ang)











































