Lembaga pemeringkat internasional, Moody's Investor Services, mengubah outlook PT Bumi Resources Tbk (BUMI) beserta surat utangnya menjadi dari negatif dari sebelumnya stabil.
Koreksi ini dilakukan Moody's menyusul adanya tuduhan penyimpangan dana di laporan kinerja dan operasional oleh induk usaha mereka yang terdaftar di bursa London, yaitu Bumi Plc.
"Outlook negatif ini merefleksikan kekhawatiran akan tata kelola perusahaan di Bumi Resources yang bisa mempengaruhi pembayaran utang senilai lebih dari US$ 300 juta di 2013," kata keterangan tertulis Moody's yang dikutip detikFinance, Rabu (26/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan Moody's, salah satu perusahaan Grup Bakrie itu punya total utang US$ 3,95 miliar (Rp 35,5 triliun), sebanyak US$ 300 juta (Rp 2,7 triliun) akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.
Pada penutupan perdagangan hari ini, saham BUMI turun 20 poin (-2,9%) ke level Rp 670 per lembar. Sebanyak 266.974 lot sahamnya diperdagangkan 3.274 kali senilai Rp 89,7 miliar. (ang/dnl)










































