Ini Celoteh Bos BUMI di Paparan Publik Insidentil

Ini Celoteh Bos BUMI di Paparan Publik Insidentil

- detikFinance
Selasa, 02 Okt 2012 18:05 WIB
Ini Celoteh Bos BUMI di Paparan Publik Insidentil
Jakarta - Kesempatan Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Ari Saptari Hudaya berinteraksi dengan pemegang saham dalam paparan publik sangat langka. Selasa (2/10/2012) sore, bertempat di ruang Prada bos BUMI ini berceloteh cukup lama tentang perusahaan tambang terbesar di Indonesia ini, termasuk prospek bisnis batubara Bakrie di masa mendatang.

Menggunakan batik, Ari Hudaya berkomunikasi dengan investor, wartawan serta analis saham yang memadati paparan publik insidental ini. Menurutnya, Bumi Resources dahulu bukan perusahaan apa-apa, hingga mampu memproduksi 63,3 juta ton hingga akhir tahun lalu.

"Dulu waktu saya dipercaya menjalankan, punya ambisi atau cita-cita (BUMI) menjadi perusahaan energi tambang di dunia, kalau bisa melalui Arutmin dan KPC (Kaltim Prima Coal)," cerita Ari Hudaya. Arutmin dan KPC merupakan anak usaha BUMI yang memiliki areal tambang terbesar di Kalimantan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya buktikan ini, untuk mencapai titik produksi sampai hari ini tidak mudah. Saya juga berterima kasih kepada investor, bankers yang menjadikan BUMI tertinggi US$ 8 miliar, dari sebelumnya nol," ucapnya.

Pencapaian ada saat ini, apakah cukup? Ari dengan tegas menjawab, Tidak. Menurutnya, akan banyak intrik yang terjadi. Termasuk dalam rangka perebutan aset nasional tersebut.

"Perjalan yang tidak mudah ini, akan penuh intrik. Bayangkan, (BUMI) memiliki sumber yang sangat besar dan dekat dengan pantai. Yang seperti ini tidak banyak. Semua ada di BUMI," tutur Ari.

Memiliki sumber tambang besar di Kalimantan pun tidak membuat mantan CEO Bumi Plc ini puas. "Dengan visi tersebut, kami manajemen jadi pemain batu bara terbesar. Nah, salah satu ambisinya adalah punya satu base di Sumatera, selain Kalimantan. Kami sebut Sumatera Coal, Kalimantan Coal," tegasnya.

Tambang Bumi Resources, bagi Ari, adalah aset nasional. Peningkatan kinerja yang BUMI capai, bukan kerja keras seorang Ari Hudaya sendirian. "Ada manajemen yang kuat. Karyawan memiliki passion, dari produksi kecil sampai besar sampai dengan sekarang," jelasnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads