"Produk, empat yang ada siap," kata Edward Lubis, Direktur Utama PT Bahana TCW Investment Management di JCC, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Jenis investasi yang siap dikeluarkan adalah reksa dana terproteksi, pendapatan tetap. Ketiga reksa dana ini ditargetkan mendapatkan dana kelolaan Rp 100 miliar, sementara khusus satu reksa dana mampu meraih AUM Rp 200 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi dana kelolaan perseroan hingga kini tercatat Rp 18,5 triliun. Menyisakan waktu tiga bulan, Bahana harus memenuhi target Rp 21 triliun.
"Target tahun ini Rp 21 triliun, dan tahun depan targetnya Rp 23 triliun," tuturnya.
Bahana memang selama ini fokus pada nasabah institusi. Dari total AUM tercatat, investor ritel hanya mengoleksi dana kelolaan Rp 6 triliun sisanya nasabah seperti dana pensiun atau institusi keuangan lainnya.
"Kita fokus institusi, porsinya 30:70. Ke depan kita ingin porsi ritel dan institusi seimbang," paparnya.
Meski total dana kelolaan investor ritel kecil, namun jumlah akunnya jauh lebih besar. "Akun kita total kurang dari 2.000, ritelnya sekitar 1.300," tegas Edward.
Bahana hingga kini mengelola sekitar 51 reksa dana yang terdiri dari reksa dana saham, terproteksi, campuran, pendapatan tetap, indeks, dan pasar uang.
(wep/dru)











































