Menurut manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar saham Indonesia berpotensi terus meningkat. Tidak ada pilihan investasi yang lebih baik jika membandingkan pasar saham domestik dengan Bursa-bursa lain di dunia.
"Kita lihat memang tidak ada pilihan untuk investasi. Ini yang menyebabkan kenaikan Indeks," kata Direktur Perdagangan & Pengaturan Anggota Bursa Samsul Hidayat di kantornya, Jumat (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren ini berlanjut pada perdagangan Senin lalu. Pada saat pasar dibuka pukul 9.30, IHSG turun tipis ke posisi 4.310,544, namun jelang penutupan kembali menguat 2,13 poin ke 4.305,26.
Sehari berselang, IHSG kembali naik akibat perburuan saham-saham unggulan oleh investor. Menutup perdagangan, selasa (16/10/2012) IHSG naik 15,554 poin (0,36%) ke level 4.329,076. Pada pertengahan pekan, indeks saham domestik makin rajin merangkak dan parkir pada level 4.337,526. IHSG pada perdagangan Rabu (17/10/2012), mengalami kenaikan 8,450 poin (0,20%).
Penguatan bursa-bursa regional yang cukup tinggi menjadi sentimen positif perdagangan Kamis kemarin. Ini ditunjukan dengan masuknya dana asing dengan jumlah cukup banyak. Menutup perdagangan, IHSG bertambah 16,040 poin (0,37%) ke level 4.353,566.
Namun, tren investor mengambil untung terlihat jelang akhir pekan. Di awal perdagangan IHSG dibuka melemah tipis 0,328 poin (0,01%) ke level 4.356,638, dan ditutup 4.338,03 pada sesi I perdagangan Jumat.
Lalu, sampai kapan kenaikan IHSG ini akan berlansung? Akankah IHSG bisa menutup kinerjanya di level 4.400, seperti prediksi PT Danareksa Investment Management (DIM)? Kita tunggu saja, jika sentimen positif terus membayangi pasar saham Indonesia bukan tidak mungkin target ini bisa terlampaui.
(wep/ang)











































