Cari Tambahan Modal, PTPN X Kaji Rencana Obligasi & IPO

Cari Tambahan Modal, PTPN X Kaji Rencana Obligasi & IPO

- detikFinance
Senin, 22 Okt 2012 10:40 WIB
Cari Tambahan Modal, PTPN X Kaji Rencana Obligasi & IPO
Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X bersiap masuk ke dunia pasar modal. Perusahaan perkebunan pelat merah itu akan mencari dana melalui pasar modal untuk kepentingan ekspansi bisnis.

"Kami sedang susun langkah untuk cari dana di pasar modal. Targetnya 2014 atau 2015. Kami masih mengkaji mekanismenya, apakah lewat initial public offering (IPO), emisi obligasi, medium term notes (MTN), atau produk pasar modal lainnya," ujar Direktur Keuangan PTPN X Dolly P. Pulungan,dalam keterangan tertulis, Senin (22/10/2012).

Selain untuk mencari dana guna kepentingan ekspansi bisnis, dengan masuk ke lantai bursa, PTPN X bisa meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). "Kami dorong perusahaan semakin transparan, kredibel, dan akuntabel," kata Pulungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk keperluan aksi korporasi ke pasar modal, PTPN X telah menyewa konsultan keuangan. Pulungan mengatakan, dana yang diperoleh dari pasar modal akan digunakan untuk sejumlah ekspansi bisnis, mulai dari optimalisasi kapasitas giling, kemungkinan pembangunan pabrik baru yang terintegrasi dari hulu ke hilir di Pulau Madura, hingga perluasan areal lahan tanam tebu.

"Kami masih menghitung target perolehan dana dari pasar modal," ujarnya.

Pulungan mengatakan, pihaknya juga akan memperkuat bisnis non gula, antara lain dengan melaksanakan program co-generation untuk memproduksi listrik dari ampas, bioetanol, pupuk organik, hingga rencana pembelian saham PT Mitra Tani 27 yang memproduksi kedelai berkualitas ekspor.

"Kami juga akan memperbesar pabrik plastik PT Dasaplast yang merupakan anak usaha perseroan," ujar Pulungan.

Perseroan berencana membeli saham Mitra Tani 27 yang sebagian masih dikuasai PT Bahana Artha Ventura, perusahaan modal ventura pelat merah. Kinerja keuangan perusahaan yang mempunyai sebelas unit pabrik gula itu terus membaik. Tahun lalu, PTPN X berhasil menghimpun laba sebelum pajak Rp 210 miliar. Tahun ini perseroan optimistis bisa mencetak laba di atas Rp 250 miliar.

Pada 2011, PTPN X memimpin pencapaian industri gula dengan produksi mencapai 446.493,57 ton gula, tertinggi di antara perusahaan lainnya di seluruh Indonesia. Memasuki musim giling 2012, PTPN X berhasil menempatkan Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo sebagai PG dengan rendemen (kadar gula dalam tebu) tertinggi di seluruh PG milik BUMN. Rendemen PG Ngadiredjo sudah mencapai 8,69%.

Di jajaran lima besar PG dengan rendemen tertinggi se-Indonesia, PTPN X menempatkan tiga pabriknya, yaitu PG Ngadiredjo (Kediri), PG Modjopanggoong (Tulungagung), dan PG Pesantren Baru (Kediri).

Peningkatan kinerja itu juga didorong dengan efisiensi. Dalam hal konsumsi bahan bakar, misalnya, PTPN X mampu menekannya biaya dari Rp 128 miliar pada 2008 menjadi Rp 8 miliar pada 2011 dan pada musim giling tahun ini diprediksi hanya Rp 4 miliar. Perseroan memaksimalkan ampas tebu untuk bahan bakar.

"Sesuai roadmap kami, PTPN X bisa bebas atau zero BBM untuk pengolahan pada 2014. Bahan bakar harus minim karena tebu punya karakteristik sebagai sumber energi," ujarnya.

Saat ini aset perusahaan mencapai sekitar Rp 2,7 triliun dan diperkirakan mencapai Rp 4 triliun pada 2015. Ekuitas perseroan saat ini mencapai Rp1,4 triliun dan diprediksi mencapai Rp 2,4 triliun pada 2015.

Kredit modal kerja yang diperoleh perseroan dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 600 miliar telah lunas semuanya. Perseroan masih mempunyai sisa kredit investasi sebesar Rp 130 miliar dari total Rp 227 miliar yang ditargetkan lunas pada tahun depan. Selain itu, perseroan masih mempunyai fasilitas kredit Rp 282 miliar untuk pembangunan pabrik bioetanol di Mojokerto yang ditargetkan beroperasi tahun depan.

"Melihat debt to equity ratio (DER), kinerja keuangan kami very healthy. Rating kami versi Kementerian BUMN sudah AAA. Sekarang kami sedang minta Fitch Ratings untuk memeringkat kami. Sebentar lagi hasilnya keluar," ujar Pulungan.

Sekretaris Perusahaan PTPN X M. Cholidi menambahkan, bisnis gula tetap menjadi perhatian utama perseroan. Saat ini kapasitas giling PTPN X mencapai sekitar 37.000 ton tebu per hari (TCD). Ke depan akan dikerek ke level minimal 40.000 TCD.

"Tentu saja dalam hal ini kami akan mempertimbangkan sumber pasokan dari petani. Karena itulah kami juga terus mengkaji perluasan lahan-lahan baru potensial di beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti di Madura, Bojonegoro, dan Tuban," jelas Cholidi.

Saat ini, perseroan juga dipercaya Kementerian BUMN untuk menangani Pabrik Gula Takalar, Bone, dan Caming yang ada di Sulawesi.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads