Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 25,195 poin (0,58%) ke level 4.306,059 diselimuti sentimen negatif dari pasar global. Maraknya ambil untung membuat indeks hampir turun dari level 4.300.
Aksi jual langsung terjadi di seluruh sektor di lantai bursa. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi bulanan-bulanan investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mencapai titik terendahnya hari ini di 4.301,763, indeks langsung bergerak naik, menanjak perlahan sampai akhirnya kembali ke zona hijau. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham bank, ditopang oleh laporan kinerja keuangan.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.900 kali pada volume 2 miliar lembar saham senilai Rp 1,643 triliun. Sebanyak 85 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 98 saham stagnan.
Meski kebanyakan bursa Asia masih banyak yang terjebak di zona merah, bursa saham Hong Kong berhasil bangkit dan naik ke teritori positif. Aksi ambil untung masih terjadi di pasar regional setelah reli sepanjang pekan lalu.
Berikut kondisi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 9,74 poin (0,46%) ke level 2.118,56. Â
- Indeks Hang Seng naik 26,75 poin (0,12%) ke level 21.578,51. Â
- Indeks Nikkei 225 menipis 9,78 poin (0,11%) ke level 8.992,90. Â
- Indeks Straits Times turun 6,28 poin (0,21%) ke level 3.042,64. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 20.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 42.300, Adira Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 11.500, dan Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 150 ke Rp 10.450.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 50.700, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 25.800, XL Axiata (EXCL) turun Rp 200 ke Rp 7.100, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 20.500.
(ang/dru)











































