Pendapatan perseroan periode Januari hingga September 2012 mencapai Rp 6,009 triliun, lebih rendah dari periode sebelumnya Rp 8,81 triliun. Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Kamis (25/10/2012).
Produksi timah perseroan pada triwulan III ini hanya 23.255 mton, atau turun 18% dibandingkan produksi logam tahun lalu 28.532 mton. Sementara produksi bijih terpantau lebih rendah 14% dari 28.165 ton menjadi 24.357 ton. Meski produksi turun, TINS mampu menghasilkan volume penjualan 26.921 mton, lebih tinggi 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 25.266 mton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat banyaknya timah ilegal menjadikan harga rata-rata logam timah yang diterima perseroan pada periode ini turun 24% menjadi US$ 21.523 per mton dari harga rata-rata periode sebelumnya US$ 28.440 per mton.
Hingga triwulan III-2012 harga rata-rata logam timah dunia di LME US$ 20.935 per mton, dengan volume persediaan pada awal tahun tercatat 11.795 mton menjadi 12.255 mton pada akhir September 2012.
(wep/ang)











































