Perkiraan pertumbuhan laba 20%, lebih rendah dari apa yang dicapai emiten Bursa Indonesia tahun 2011 yaitu 38%. Hal ini disampaikan Ito Warsito usai listing Express Group di kantornya, Jakarta, Jumat (2/11/2012).
"Total laba emiten secara industri akan tumbuh 20%, lebih rendah dari tahun lalu 38%," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sejalan dengan sektor komoditas yang tengah turun," kata Ito.
Meski pertumbuhan earning emiten menurun, Ito tetap yakin pasar modal Indonesia dalam posisi yang kuat. Pertumbuhan laba 20% masih ditopang oleh empat sektor utama, diantaranya perbankan, manufaktur, infrastruktur dan konsumer.
Sebelumnya Ito pernah menyampaikan laba emiten tahun lalu mencapai Rp 200 triliun atau naik dari sebelumnya Rp 173 triliun. Peningkatan earning di 2011 terjadi karena kondisi ekonomi Indonesia yang terus membaik, hingga korporasi dapat menjalankan usaha secara maksimal.
(wep/dru)











































