Kasus Bakrie-Rothschild Bisa Hambat Ical Jadi Presiden

Kasus Bakrie-Rothschild Bisa Hambat Ical Jadi Presiden

- detikFinance
Senin, 12 Nov 2012 11:36 WIB
Kasus Bakrie-Rothschild Bisa Hambat Ical Jadi Presiden
Jakarta - Hubungan Grup Bakrie dan Rothschild yang makin memanas diprediksi akan menjadi penghambat Aburizal Bakrie (Ical) dalam niatannya menjadi presiden Republik Indonesia.

Pasalnya, keributan yang terjadi di tubuh perusahaan kongsi keduanya, Bumi Plc, bisa merusak citra Ical yang selama ini dijaga demi kelancaran Pilpres 2014, meski ia sendiri sudah memutuskan untuk tidak ikut campur dalam kelangsungan usaha Grup Bakrie sejak menyatakan jadi kandidat calon presiden.

Selain kisruh di Bumi Plc dengan Nathaniel Rothschild, Ical juga masih menyisakan kontroversi besar yaitu lumpur Lapindo yang mulai terjadi 2006 lalu, meski Mahkamah Agung sudah menyatakan perusahaannya bebas dari kesalahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam politik, semuanya berhubungan. Orang akan bertanya-tanya, apakah dia bisa memimpin negara kalau memimpin perusahaan saja tidak bisa?" kata kepala salah satu lembaga survey Kuskridho Ambardi kepada AFP, Senin (12/11/2012).

Kisruh yang terjadi di Bumi Plc awalnya terjadi karena perbedaaan perdapat antara beberapa direksi, dibumbui oleh masalah finansial, seperti utang dan laporan keuangan, salah satu anak usahanya di Indonesia yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu didirikan oleh Grup Bakrie dan sekarang menjadi bagian dari Bumi Plc bersama Rothschild dan salah satu orang terkaya di Indonesia Samin Tan, pemilik Grup Borneo.

Grup Bakrie sudah menawarkan pembelian kembali saham BUMI dari Bumi Plc. Tawaran ini sudah seolah menyiramkan bensin ke hubungan mereka yang sudah lama memanas sebelumnya.

Kelompok usahanya yang sekarang dijalankan oleh anak Ical itu menawarkan diri untuk keluarkan dari perusahaan yang dulunya bernama Vallar Plc tersebut. Caranya dengan membeli kembali saham di BUMI dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) senilai US$ 1,4 miliar (Rp 13 triliun).

Tawaran yang diberikan Bakrie itu jika disetujui maka akan dilakukan dalam tiga tahap. Pertama menukar guling saham Bumi Plc dengan 29% saham BUMI yang dimilikinya. Kedua, membeli sisa saham BUMI secara tunai, dan terakhir membeli 85% saham Berau milik Bumi Plc.

Proposal yang diberikan Grup Bakrie pada bulan lalu itu menyusul tuduhan adanya penyimpangan dana di BUMI dan permintaan Rothschild untuk melakukan audit investigasi di perusahaan tambang tersebut.

Rothschild merespons tawaran itu dengan menyatakan mundur dari jabatan direksi di Bumi Plc, yang dibentuk dua tahun lalu bersama Grup Bakrie. Pengunduran diri ini dilakukan setelah beredar kabar hubungan Rothschild-Bakrie tidak lagi mesra seperti dulu.

Akan tetapi, merespons tawaran dari Grup Bakrie itu, Bumi Plc menerima proposal baru dari Nat Rothschild. Proposal terbaru ini akan menawarkan alternatif selain rencana pembelian kembali saham BUMI senilai US$ 1,4 miliar tadi.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads