Sentimen Pasar Bervariasi

Rekomendasi Saham

Sentimen Pasar Bervariasi

- detikFinance
Selasa, 13 Nov 2012 08:17 WIB
Sentimen Pasar Bervariasi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 15 poin terkait aksi tunggu yang dilakukan investor. Aksi wait and see ini menyusul kekhawatiran 'fiscal cliff' di AS dan ekonomi Jepang yang melambat.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (12/11/2012), IHSG terpangkas 15,049 poin (0,35%) ke level 4.318,591. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 3,910 poin (0,52%) ke level 743,055.

Semalam, Wall Street ditutup datar akibat kekhawatiran akan pemangkasan anggaran dan naiknya pajak di akhir tahun. Sentimen itu menyelimuti positifnya data perdagangan China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones turun tipis 0,23 poin (0,01%) ke level 12.815,16. Indeks S&P 500 naik tipis 0,15 poin (0,01%) ke level 1.380,00, sementara Indeks Komposit Nasdaq menipis 0,61 poin (0,02%) ke level 2.904,26.

Hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Berbagai sentimen yang bervariasi muncul dari pasar saham global dan regional.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 28,29 poin (0,33%) ke level 8.704,73. Β 
  • Indeks KOSPI menipis 2,26 poin (0,12%) ke level 1.898,61. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
Mengawali pekan ini, IHSG dibuka melemah mengikuti gerak bursa regional yang masih dibayangi oleh kekhawatiran akan fiscal cliff yang dapat menyeret ekonomi AS kembali resesi. Selain itu sentimen negatif juga datang dari Eropa dimana diprediksi Eropa akan mengalami stagnansi tahun depan. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan penyerapan barang-barang dari negara eksportir seperti China, India, Indonesia dan negara lain melambat akibat krisis berkepanjangan. Disisi lain kami melihat adanya potensi rebound di jangka pendek menyusul Consumer sentiment pada awal November naik ke level tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Hal ini memberikan indikator emiten ritel, yang banyak belum merilis kinerja Q3 seperti Target, Wal-Mart dan Home Depot, berpotensi melampaui perkiraan. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran support-resistance 4.300-4.335. Saham pilihan : AISA, AKRA, TOTL, CTRA.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 15,05 poin (-0,34%) ke level 4.318,59 dengan jumlah transaksi sebanyak 8,86 juta lot atau setara Rp3,81 triliun.

Hampir seluruh sektor mengalami penurunan, kecuali sektor property(+0,36%), dan sektor finance(+0,03%). Tercatat sebanyak 99 saham mengalami penguatan, 120 saham mengalami penurunan, 110 saham tidak mengalami perubahan dan 137 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBCA(+1,75%), SMCB(+3,45%), ISAT(+2,31%), BYAN(+1,46%), dan UNTR(+0,51%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. ASII(-1,92%), BBNI(-1,99%), BBRI(-0,69%), BMRI(-0,58%), dan UNVR(-0,58%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp210,68 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, BBRI, MNCN, SMGR, dan INDF. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9.638 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin merupakan bagian konsolidasi lanjutan, dilihat dari stochastic yang kembali mengarah ke negatif, begitupun dengan MACD Histogram, sehingga untuk perdagangan hari ini IHSG kembali berpeluang konsolidasi terbatas dan kecenderungan mixed dengan support 4272 dan resistance 4362.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBTN, MAPI, dan HRUM.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads