Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 8,175 poin (0,19%) ke level 4.343,109 pasca libur panjang akhir pekan lalu. Investor mulai lakukan aksi ambil untung menanggapi posisi indeks yang pada perdagangan terakhir naik cukup tinggi.
Saham-saham unggulan menderita tekanan jual atas aksi ambil untung tersebut. Saham-saham lapis dua pun tak ketinggalan, sehingga indeks terjebak di zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 4.316,818 akibat tekanan jual tersebut. Dua sektor masih berhasil menguat meski tipis, yaitu sektor aneka industri dan perdagangan.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 66.096 kali pada volume 1,957 miliar lembar saham senilai Rp 2,485 triliun. Sebanyak 74 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 98 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mayoritas masih bertahan di zona hijau, sementara pasar saham China dan Indonesia terjebak di teritori negatif.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 6,19 poin (0,31%) ke level 2.008,54. Â
- Indeks Hang Seng menguat 136,81 poin (0,65%) ke level 21.295,82. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 145,29 poin (1,61%) ke level 9.169,45. Â
- Indeks Straits Times naik 7,28 poin (0,25%) ke level 2.952,91. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 800 ke Rp 39.750, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 15.200, Sona Topas (SONA) naik Rp 150 ke Rp 3.050, dan MNC (MNCN) naik Rp 100 ke Rp 2.450.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 22.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 15.750, Bayan (BYAN) turun Rp 350 ke Rp 10.250, dan BCA (BBCA) turun Rp 250 ke Rp 8.800.
(ang/dru)











































