Bukit Asam Bidik Produksi 15,56 Juta Ton Batubara

Bukit Asam Bidik Produksi 15,56 Juta Ton Batubara

- detikFinance
Rabu, 28 Nov 2012 18:41 WIB
Bukit Asam Bidik Produksi 15,56 Juta Ton Batubara
Jakarta - Total produksi batubara PT Bukit Asam TBk (PTBA) hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai 16,56 juta ton atau naik 20% dari 13,8 juta ton tahun lalu. Direktur Utama perseroan Milawarma optimistis dapat meraih target tersebut meski bisnis batubara global tengah melemah.

Perseroan akan menerapkan strategi penjualan batubara berkalori tinggi untuk pasar ekspor, dan pengalihan pemakaian daya listrik ke PLTU milik sendiri, dari sebelumnya menggunakan daya listrik milik PLN.

"Dengan demikian, kami berpeluang memperoleh pendapatan dan laba bersih yang cukup baik," kata Milawarma dalam acara Investor Summit di Jakarta, Rabu (28/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga September 2012, perseroan mampu menghasilkan penjualan batubara sebanyak 11,36 juta ton, naik 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan tersebut memberikan kontribusi Rp 8,72 triliun, tumbuh 12% dibanding akhir kuartal III/2011. Laba bersih turun 5% menjadi Rp 2,32 triliun.

Milawarma juga mengatakan soal pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tanjung Enim (Sumsel 8). Pembangunan belum dilakukan karena menunggu pencairan utang dari China Development Bank US$ 1,13 miliar atau 75% dari kebutuhan investasi US$ 1,59 miliar.

"Diharapkan awal tahun depan pembangunan konstruksi bisa dimulai," tuturnya. Proyek ini dikelola oleh PT Huandian Bukit Asam Power, anak usaha PTBA hasil joint dengan Huadian.

Selain itu, proyek PLTU mulut tambang 3x10 megawatt (MW) yang tuntas September ini telah memberi efisiensi yang cukup signifikan bagi operasi penambangan perseroan. Apalagi bahan bakar yang digunakan PLTU tersebut merupakan jenis yang tidak layak jual (fine coal).

"Dari total daya listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut, sebanyak 24 MW digunakan untuk kebutuhan sendiri," tuturnya. Sisanya sebanyak 6 MW dijual ke PLN dengan harga Rp 787,2/KWh.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads