PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), perusahaan media holding yang membawahi stasiun televisi ANTV, TV One dan portal Viva telah menandatangani facility agreement pada 23 November 2012, dan diubah berdasarkan amandment pada 27 November 2012 senilai US$ 10,8 juta atau setara Rp 102,6 miliar.
Fasilitas ini merupakan kesepakatan antara perseroan dengan Deutsche Bank AG, Frankfurt a.M., Zweigniederlassung Zurich, Switzerland (DB ZH), yang bertindak sebagai issuing bank (facility agreement). Atas dasar kesepakatan ini VIVA memperoleh fasiltas garansi bank dengan total US$ 10,8 juta.
Chief Counsel & Corporate Secretary VIA, Neil R. Tobing dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Minggu (2/12/2012) menjelaskan, bank guarantee ini merupakan syarat yang harus penuhi perseroan dalam kapasitasnya sebagai sub-licensee dan atau official broadcasters dari media rights atas XXth Edition of the FIFA World Cup Football Tournament and Certain other FIFA Event.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transaksi tersebut merupakan kegiatan usaha perseroan dan entitas anak usaha, selaku perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa konten dalam berbagai paltform, termasuk penyiaran televisi swasta," jelas Neil.
Perusahaan media grup Bakrie ini memang telah membeli hak siar ekslusif siaran Piala Dunia (World Cup) 2014 senilai US$ 61,54 juta atau setara Rp 553,86 miliar.
Atas hak yang diterima tersebut, tiga anak usaha VIVA tersebut harus membayar biaya hak siar US$ 54,1 juta kepada FIFA (Federation Internationale de Football Association), lalu mengganti biaya-biaya yang dikeluarkan oleh ISM sehubungan dengan proses persiapan, negoisasi dan eksekusi licence agreement sebesar US$ 4,44 juta dan membayar biaya konsultasi sebesar US$ 3 juta.











































