Inflasi November Rendah, IHSG Malah Turun 6 Poin

Inflasi November Rendah, IHSG Malah Turun 6 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 03 Des 2012 12:07 WIB
Inflasi November Rendah, IHSG Malah Turun 6 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 6 poin terkena tekanan jual yang dilakukan investor domestik. Inflasi November yang lebih rendah dari sebelumnya belum mampu jadi katalis indeks.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 9,678 poin (0,23%) ke level 4.285,819 setelah mendapat sentimen positif dari penguatan pasar saham regional. Saham-saham yang sudah murah kembali dikoleksi investor.

Investor melakukan aksi beli selektif di saham-saham yang sudah murah. Indeks pun beranjak naik secara perlahan ke posisi tertingginya hari ini di 4.298,657.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perburuan saham dilakukan oleh investor asing, yang hingga siang ini tercatat melakukan pembelian bersih dengan nilai cukup tinggi. Sayangnya, marak aksi jual dilakukan oleh investor domestik sehingga indeks bergerak fluktuatif.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (2/12/12), IHSG melemah 6,131 poin (0,14%) ke level 4.270,010. Sementara Indeks LQ45 turun 0,980 poin (0,13%) ke level 725,830.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di November 2012 mencapai 0,07%. Inflasi ini jauh lebih rendah dari inflasi Oktober 2012 yang mencapai 0,16%. Secara tahunan inflasi November 2012 mencapai 4,32%, sementara inflasi tahun berjalan (Januari-Oktober 2012) mencapai 3,73%.

Data inflasi yang cukup menggembirakan itu belum mampu mengangkat indeks terus naik di zona hijau. Aksi jual yang cukup marak terjadi menyeret indeks terus bergerak ke bawah.

Volume dan nilai transaksi hari ini naik cukup tinggi berkat beberapa transaksi saham-saham bluechip di pasar negosiasi. Dua broker mencatat transaksi yang tinggi senilai lebih dari Rp 1 triliun siang ini, yaitu Kim Eng Securities (ZP) dan Sinarmas Sekuritas (DH).

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 116.096 kali pada volume 3,855 miliar lembar saham senilai Rp 3,803 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 119 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Bursa saham China dan Indonesia terpeleset ke zona merah siang hari ini, padahal bursa-bursa lainnya di Asia masih bertahan di teritori positif. Penguatan tertinggi dilakukan oleh bursa Jepang.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 5,50 poin (0,28%) ke level 1.974,62.  
  • Indeks Hang Seng naik 30,36 poin (0,14%) ke level 22.060,75.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 53,06 poin (0,56%) ke level 9.499,07.  
  • Indeks Straits Times bertambah 6,28 poin (0,20%) ke level 3.076,23.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 53.750, Indosat (ISAT) naik Rp 600 ke Rp 6.150, XL Axiata (EXCL) naik Rp 500 ke Rp 5.640, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 7.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayapada (MAYA) turun Rp 600 ke Rp 2.100, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 20.550, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 26.100, dan Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 8.750.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads