IHSG Catat Rekor Baru di Level 823,858
Selasa, 21 Sep 2004 16:24 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam penutupan perdagangan Selasa (21/9/2004) naik 9,232 poin pada level tertinggi sepanjang berdirinya bursa yakni di 823,858. Meski sempat diwarnai profit taking oleh investor ritel pada sesi satu animo investor asing terhadap hasil pilpres ditandai dengan terus mengakumulasi saham unggulan. IHSG tertinggi yang tercatat di BEJ terjadi pada 27 April 2004 pada level 818,159.Indeks LQ 45 naik 2,103 poin pada level 179,805, JII naik 2,397 poin pada level 137,025, MBX naik 3,607 poin pada level 220,015 dan DBX naik 0,739 poin pada level 191,900.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 21.524 kali pada volume 3.696.089 lot saham senilai Rp 1,839 triliun. Sebanyak 68 saham naik, 48 saham turun dan 265 saham stagnan. Saham-saham yang naik harga di top gainers diantaranya: PT Internasional Nikel Tbk naik Rp 450 menjadi Rp 9.900, PT Telkom Tbk naik Rp 300 menjadi Rp 8.450, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk naik Rp 100 menjadi Rp 2.025, PT Bank Central Asia Tbk naik Rp 75 menjadi Rp 2.075, PT Indosat Tbk naik Rp 75 menjadi Rp 4.375, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk naik Rp 75 menjadi Rp 2.025, PT Bank Mandiri Tbk naik Rp 25 menjadi Rp 1.475 dan PT Bank Lippo Tbk naik Rp 25 menjadi Rp 575.Sedangkan saham yang turun harganya di top losser diantaranya: PT Gudang Garam Tbk turun Rp 250 menjadi Rp 13.150, PT Bank Danamon Tbk turun Rp 50 menjadi Rp 3.750, PT Astra Internasional Tbk turun Rp 50 menjadi Rp 6.900, PT Indofood Sukses Makmur Tbk turun Rp 25 menjadi Rp 725 dan PT Unilever Tbk turun Rp 25 menjadi Rp 3.450.Perdagangan saham bertambah marak setelah sesi dua berjalan dimana minat investor asing terlihat cukup tinggi untuk mengkoleksi saham unggulan sehubungan dengan sentimen positif hasil pemilu presiden yang relatif aman dan sudah diprediksi pasar.Menurut Baradita Katoppo dari Kim Eng Securities meski minat investor sudah cukup tinggi sebelum pelaksanaan pilpres namun euphoria pemilu masih terasa pada perdagangan hari ini. IHSG mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah bursa meski sempat diwarnai aksi profit taking sesaat pada sesi satu.
(san/)











































