Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengaku malu karena belum terpasang Wi-Fi di maskapai nasional ini. Pasalnya, menurut Arief, sebuah pesawat sekelas Garuda ini sudah harus memiliki layanan tersebut.
"Garuda Indonesia itu adalah national flight carier. Alangkah malunya Dirut Telkom Indonesia kalau ada orang asing naik Garuda tidak bisa pake Wi-Fi. Ini poinnya lebih dari bisnis, ini national image. Oleh karenanya ketika Pak Emir katakan harus, saya katakan harus," ungkap arief sata ditemui di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (13/12/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan, saat ini Telkom sedang mempersiapkan segala kebutuhan demi pemasangan Wi-Fi itu. Ditargetkan, masih akan membutuhkan waktu hingga 2 tahun lagi bagi para penumpang untuk menikmati layanan internet selama terbang.
"Masih lama, 2 tahunan lah paling cepet. Setiap pesawat yang baru dipasang," tuturnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan, dengan menggandeng Telkom, emiten berkode GIAA itu akan memasang fasilitas Wi-Fi. Dana yang dibutuhkan untuk pemasangan fasilitas ini cukup besar, yakni sekitar Rp 950 juta untuk satu pesawat.
"Biayanya nggak sampai US$ 100.000 untuk satu pesawat kurang lebih, bisa kurang bisa lebih," ujar Emir beberapa waktu lalu.
(zul/ang)











































