Bursa Global Positif, Peluang Koreksi Masih Ada

Rekomendasi Saham

Bursa Global Positif, Peluang Koreksi Masih Ada

- detikFinance
Rabu, 19 Des 2012 08:17 WIB
Bursa Global Positif, Peluang Koreksi Masih Ada
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berkurang 14 poin menyusul tekanan jual di saham-saham unggulan. Indeks lagi-lagi ketinggalan penguatan pasar saham regional.

Menutup perdagangan, Selasa (18/12/2012), IHSG melemah 14,421 poin (0,33%) ke level 4.301,436. Sementara Indeks LQ45 turun 1,812 poin (0,25%) ke level 735,745.

Wall Street reli untuk hari keduanya didorong penguatan saham-saham bank, energi dan teknologi. Investor juga percaya diri para politisi bisa menghindari pemangkasan anggaran dan naiknya pajak tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melaju 115,57 poin (0,87%) ke level 13.350,96. Indeks S&P 500 bertambah 16,43 poin (1,15%) ke level 1.446,79. Indeks Komposit Nasdaq menanjak ke level 43,93 poin (1,46%) ke level 3.054,53.

Hari ini, IHSG diperkirakan akan menguat didorong oleh sentimen positif dari pasar regional dan global. Potensi koreksi masih ada meski tidak terlalu besar.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 128,43 poin (1,29%) ke level 10.051,44. Β 
  • Indeks KOSPI menguat 10,02 poin (0,51%) ke level 1.993,09. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah ditengah menguatnya bursa regional Asia menyusul perkembangan terkait fiscal cliff. Presiden Obama dan House Speaker John Boehner kembali membicarakan masalah kesepakatan anggaran yg masih belum tercapai. Menurut 2 sumber yg mengetahui pembicaraan tersebut, kedua kubu mulai melunakkan keinginannya masing-masing. John Boehner sudah merelakan adanya peningkatan pajak utk orang-orang kaya. Sebelumnya, John sangat menentang peningkatan pajak tersebut, dan hal ini merupakan salah satu penyebab alotnya tawar menawar antara Obama dan John Boehner. Meski berada di zona merah, akan tetapi IHSG kemarin berhasil ditutup di atas level psikologis 4.300. Hari ini kami proyeksikan IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 4.270-4.325.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -14.42 poin (-0.33%) ke 4,301.44 dengan jumlah transaksi sebanyak 9.98 juta lot atau setara dengan Rp 5.51 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.09%), sektor basic-industries (+1.00%), sektor construction and property (-1.06%), sektor consumer goods (-0.71%), sektor finance (-0.45%), sektor infrastructure (-1.03%), sektor mining (-0.48%), sektor misc-industries (+1.01%), dan sektor trade (-0.27%)

Tercatat sebanyak 93 saham mengalami penguatan, 160 saham mengalami penurunan, 90 saham tidak mengalami perubahan dan 120 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+1.32%), SMGR (+1.94%), CPIN (+2.99%), GGRM (+1.35%), dan NISP (+10.00%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BBRI (-1.43%), KLBF (-3.74%), PGAS (-1.65%), UNVR (-0.92%), dan INDF (-2.56%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp31.81 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, TLKM, JSMR, INDF, dan AALI. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,706 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin masih merupakan bagian dari koreksi yang sedang terjadi dalam dua minggu terakhir. Kemungkinan besar hari ini bearish masih akan mendominasi IHSG untuk menguji support yang berada pada 4,246 dimana Indikator MACD sedang berada dalam area negatif dan berpeluang membentuk dead cross. Untuk support berada pada level 4,246 dan resistance 4,340.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : AKRA, JPFA, CTRS.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads