Rupiah & IHSG Sama-sama Anjlok

Rupiah & IHSG Sama-sama Anjlok

- detikFinance
Kamis, 20 Des 2012 16:06 WIB
Rupiah & IHSG Sama-sama Anjlok
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 21 poin berbarengan dengan jatuhnya nilai tukar rupiah. Sentimen negatif dari pasar global membuat bursa Asia dan dalam negeri terjebak di zona merah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke posisi Rp 9.720 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.660 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 11,769 poin (0,25%) ke level 4.264,090 menyusul tekanan jual yang terjadi sejak pembukaan perdagangan. Hampir seluruh sektor terkena koreksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks sama sekali tak menyentuh zona hijau pada perdagangan kali ini. Sejak pembukaan, indeks terus berkutat di teritori negatif dengan posisi terendahnya di 4.222,131.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ambles 38,591 poin (0,90%) ke level 4.237,268 di tengah transaksi yang cukup sepi. Pelaku pasar masih menahan diri akibat sentimen negatif global sambil sesekali melepas saham.

Aksi beli di menit-menit terakhir penutupan perdagangan hanya mampu mengurangi koreksi indeks. Saking dalamnya koreksi, indeks gagal balik arah ke zona hijau.

Menutup perdagangan, Kamis (20/12/2012), IHSG terpangkas 21,043 poin (0,49%) ke level 4.254,816. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 5,398 poin (0,74%) ke level 726,356.

Aksi jual menyasar hampir seluruh lapisan saham, kecuali sektor industri dasar yang berhasil bertahan di zona hijau akibat aksi beli. Tekanan jual ini datang dari pelaku pasar domestik.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 141,3 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 121.987 kali pada volume 5,236 miliar lembar saham senilai Rp 4,3 triliun. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 161 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Perdebatan atas jurang fiskal AS membuat pelaku pasar Asia berlomba-lomba mengamankan portofolio dengan melepas aset-aset berisikp tinggi, ujung-ujungnya pasar saham regional rata-rata terkoreksi.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional hingga sore hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai melemah 6,72 poin (0,31%) ke level 2.155,52.
  • Indeks Hang Seng turun 103,92 poin (0,46%) ke level 22.519,45.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 121,07 poin (1,19%) ke level 10.039,33.  
  • Indeks Straits Times naik 12,87 poin (0,41%) ke level 3.171,44.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 350 ke Rp 8.300, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 250 ke Rp 3.000, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 15.800, dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 250 ke Rp 2.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.600 ke Rp 57.000, Unilever (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 20.550, Mandom (TCID) turun Rp 850 ke Rp 10.050, dan Lion Metal (LION) turun Rp 850 ke Rp 9.750.


(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads