Menurut mananjemen ESSA, pemegang saham perseroan telah menyetujui beberapa rencana langkah strategis perusahaan yang diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
"Rencana langkah strategis perusahaan yang disetujui pemegang Saham tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan anak usaha perusahaan PT Panca Amara Utama," kata manajemen ESSA dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emiten berkode ESSA itu sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset untuk memperoleh pinjaman bank sampai dengan sejumlah US$ 90 juta (Rp 855 miliar).
Perseroan akan melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue dalam jumlah yang tidak melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Saham baru yang akan diterbitkan sebanyak 100 juta lembar.
Harga pelaksanaan dalam rights issue dipatok Rp 2.775 per lembar. Dana hasil aksi korporasi ini juga akan digunakan anak usahanya itu dalam pengembangan usaha.
Anak usahanya itu telah memperoleh alokasi gas sebesar 55 MMSCFD dari Wilayah Kerja Senoro-Toili (Lapangan Senoro) di Sulawesi Tengah, Indonesia. PAU berencana membangun pabrik pengolahan amoniak berkapasitas 700,000 MT per tahun yang diharapkan akan memulai berproduksi secara komersial di Q3 2015.
Pekan lalu, PAU telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atas harga pasokan gas. Persetujuan harga pasokan gas merupakan langkah penting untuk memperoleh persetujuan akhir dari SKMIGAS atas Pokok-Pokok Perjanjian Jual Beli Gas yang disepakati antara Joint Operating Body Pertamina Medco Tomori Sulawesi (JOBPMTS) dan PAU.
Harga gas PAU akan dihubungkan dengan indeks harga Amoniak. Pada saat ini, berdasarkan harga Amoniak sebesar US$ 730 per metric ton, PAU akan membeli gas seharga US$ 8,60 per MMBTU.
(ang/dnl)











































