Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 14,955 poin (0,35%) ke level 4.296,856 membuka perdagangan terakhir tahun ini bersamaan dengan menguatnya nilai tukar rupiah. Aksi window dressing mulai dilancarkan investor.
Aksi beli terjadi hampir di seluruh lapisan saham, membuat indeks kembali menembus level tertingginya hari ini di 4.312,702. Saham-saham unggulan menjadi yang paling banyak diincar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks masih bisa menguat meski sudah banyak investor yang meliburkan diri menyambut pergantian tahun 2012 ke 2013. Sentimen negatif juga masih membayangi, yaitu jurang fiskal AS yang belum mendapatkan kesepakatan.
Semua itu tidak menyurutkan investor lakukan aksi beli. Saham-saham unggulan, terutama perbankan, menjadi incaran investor lokal dan asing.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 46.811 kali pada volume 2,462 miliar lembar saham senilai Rp 1,601 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Aksi beli juga terjadi di pasar saham regional, siang ini rata-rata masih bertahan di zona hijau. Sayangnya, aksi ambil untung malah terjadi di pasar Singapura sehingga menjadi satu-satunya yang melemah.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 7,24 poin (0,33%) ke level 2.213,13. Â
- Indeks Hang Seng naik tipis 10,59 poin (0,05%) ke level 22.630,37. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 76,80 poin (0,74%) ke level 10.399,78. Â
- Indeks Straits Times turun 5,33 poin (0,17%) ke level 3.178,60. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Chandra Asri (TPIA) naik Rp 550 ke Rp 4.050, Sumber Energi Andalan (ITMA) naik Rp 300 ke Rp 1.500, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke Rp 8.050, dan BCA (BBCA) naik Rp 200 ke Rp 9.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.500 ke Rp 22.700, Inovisi (INVS) turun Rp 200 ke Rp 6.300, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 22.450, dan Bayan (BYAN) turun Rp 200 ke Rp 8.350.
(ang/dnl)











































