IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 08 Jan 2013 07:44 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh 17 poin akibat aksi ambil untung yang mulai terjadi pada perdagangan sesi II. Indeks pun meninggalkan level psikologis 4.400.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (7/1/2013), IHSG melemah 17,641 poin (0,40%) ke level 4.392,379. Sementara Indeks LQ45 turun 3,212 poin (0,43%) ke level 750,664.

Saham-saham di Wall Street jatuh cukup dalam setelah sehari sebelumnya mencapai titik tertinggi dalam lima tahun. Investor mengantisipasi musim laporan kinerja keuangan emiten yang diperkirakan tidak akan terlalu cemerlang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 50,92 poin (0,38%) ke level 13.384,29. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 4,58 poin (0,31%) ke level 1.461,89. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 2,84 poin (0,09%) ke level 3.098,81.

Hari ini, IHSG masih akan terkena koreksi atas maraknya sentimen negatif yang beredar, naik itu dari pasar global dan regional. Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke posisi terendahnya sejak 2009 juga akan memberi tekanan negatif.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 50,61 poin (0,48%) ke level 10.548,40.
  • Indeks KOSPI turun 6,16 poin (0,31%) ke level 2.005,09. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan perdana pekan ini ditutup melemah menyusul profit taking yang dilakukan pemodal. Kami melihat kenaikan indeks yang terjadi sejak pembukaan awal tahun menjadi alasan pemodal melakukan aksi ambil untung. Investor memilih melakukan profit taking meski beberapa data makro ekonomi di AS menunjukkan perbaikan. Pemberi kerja di AS menambah tenaga kerjanya pada bulan Desember sebanyak 155.000, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebanyak 152.000 orang. Sedangkan angka pengangguran masih tetap di level 7,8%, kisaran terendah sejak Desember 2008. Disisi lain, sebelumnya The Fed juga sempat mengungkapkan rencana menghentikan QE3 pada tahun ini. Dari dalam negeri, sempat anjloknya nilai tukar rupiah ke level terendah sejak September 2009 menjadi katalis negative bagi IHSG. Investor juga menanti pandangan dan kebijakan yang akan diambil BI menyikapi terus melemahnya nilai tukar rupiah dan kecenderungan yang sama pada nilai ekspor Indonesia. Untuk hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 4.370-4.397. Saham pilihan : ASRI, PTRO, COWL, TBIG.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -17.64 poin (-0.40%) ke 4,392.38 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.92 juta lot atau setara dengan Rp 4.83 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.28%), sektor basic-industries (-0.71%), sektor construction and property (-0.14%), sektor consumer goods (-0.76%), sektor finance (+0.29%), sektor infrastructure (-0.50%), sektor mining (-0.89%), sektor misc-industries (-1.10%), dan sektor trade (-0.31%)

Tercatat sebanyak 104 saham mengalami penguatan, 148 saham mengalami penurunan, 94 saham tidak mengalami perubahan dan 118 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBCA (+1.66%), TLKM (+1.10%), BBRI (+0.68%), SMGR (+1.27%), dan ASRI (+7.94%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. ASII (-1.27%), PGAS (-3.21%), CPIN (-4.90%), BMRI (-0.61%), dan ITMG (-2.35%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp806.03 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, BBCA, UNTR, SMGR, dan ASRI. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,670 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin menghasilkan sinyal bearish evening star candlestick yang merupakan sinyal dari bearish reversal pattern. Karena itu hari ini diperkirakan IHSG kembali akan mengalami penurunan, hal ini dikonfirmasi dengan RSI yang mulai mengarah ke bawah dan Slow Stochastic yang berpeluang membentuk sinyal dead cross. Dengan support 4,320 dan resistance 4480.

Dengan saham yang perlu diperhatikan : PTRO, BBRI, TINS.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads