Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai tukar Rupiah pada 2012 mengalami depresiasi dengan volatilitas yang cukup rendah terhadap dolar AS. Rupiah secara point-to-point melemah 5,91% (yoy) selama tahun 2012 ke level Rp 9.638 per dolar AS.
"Tekanan depresiasi terutama terjadi pada triwulan II dan III tahun 2012 terkait dengan memburuknya kondisi perekonomian global, khususnya di kawasan Eropa, yang berdampak pada penurunan arus masuk portfolio asing ke Indonesia," jelas Gubernur BI, Darmin Nasution di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/1/2013).
Darmin menambahkan, dari sisi domestik, tekanan Rupiah berasal dari tingginya permintaan valas untuk keperluan impor di tengah perlambatan kinerja ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, sambung Darmin, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian. (dru/ang)











































