Pelemahan IHSG Mulai Terbatas

Rekomendasi Saham

Pelemahan IHSG Mulai Terbatas

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 23 Jan 2013 08:18 WIB
Pelemahan IHSG Mulai Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 23 poin menyusul maraknya aksi jual di saham-saham unggulan. Melemahnya harga komoditas tambang memicu aksi jual di saham-sahamnya.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (22/1/2013), IHSG ditutup turun 23,426 poin (0,53%) ke level 4.416,548. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 4,740 poin (0,62%) ke level 755,260.

Saham bank dan komoditas mendorong pasar saham Wall Street naik tinggi. Indeks acuan Standard & Poor's 500 melompat ke posisi tertinggi dalam lima tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 62,51 poin (0,46%) ke level 13.712,21. Indeks S&P 500 bertambah 6,58 poin (0,44%) ke level 1.492,56. Indeks Komposit Nasdaq menguat 8,47 poin (0,27%) ke level 3.143,18.

Hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Pelemahan indeks mulai terbatas, investor akan berburu saham-saham unggulan yang sudah murah.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 95,68 poin (0,89%) ke level 10.614,25. Β 
  • Indeks KOSPI menguat 4,30 poin (0,22%) ke level 2.000,82. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Trust Securities
Masih maraknya aksi profit taking memaksa IHSG untuk tertahan di zona merah melanjutkan pelemahan di hari sebelumnya. Aksi tersebut seiring dengan variatifnya pergerakan bursa saham Asia setelah rilis hasil keputusan BoJ yang menargetkan kenaikan inflasi dan menahan pembelian aset (bond buying) secara terbuka. Di sisi lain, bursa saham Eropa yang melemah pada pembukan membuat pelaku pasar enggan bertransaksi lebih jauh. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.441,61 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.399,76 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.416,55. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pada perdagangan Rabu (23/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.385-4.407 dan resistance 4.425-4.455. Berpola double spinning menjauhi upper bollinger bands (UBB). MACD mulai bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih downreversal meninggalkan dari area overbought. IHSG kembali gagal untuk bertahan di landasan hijau, bahkan untuk rebound sekalipun. Bila IHSG ingin menggenapkan pergerakannya dengan membentuk pola three black crows maka IHSG berpotensi mengalami pelemahan lanjutan. Di sisi lain, ini dapat menjadi kesempatan untuk mencari saham-saham yang berfundamental baik namun, telah tertekan harganya.

Semesta Indovest
Bursa Wallstreet kembali ditutup menguat pada perdagangan Selasa dimana indeks Dow Jones naik 62,51 poin atau 0,46%, S&P 500 naik 0,44%, dan Nasdaq naik 0,27%. Dow dan S&P 500 mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Saham-saham sektor perbankan dan material memimpin penguatan indeks. Baiknya laporan kinerja perusahaan menjadi motor penguatan.

Bursa eropa mayoritas ditutup melemah terimbas turunnya Deutsche Bank yang dikabarkan akan memisahkan operasional investment banking dan ritelnya. Sementara itu Irlandia da Portugal telah meminta perpanjangan waktu untuk pembayaran bailoutnya. Indeks FTSE turun 0,03%, DAX turun 0,68%, CAC turun 0,59%.

Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak mixed akibat minat jual yang mulai muncul akan dibatasi oleh sentimen naiknya indeks bursa Wallstreet. Saham-saham yang dapat ditradingkan hari ini antara lain MNCN, ASII, BBTN, MDLN, PTPP.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads