IHSG Bisa Naik Lagi Meski Dibayangi Profit Taking

Rekomendasi Saham

IHSG Bisa Naik Lagi Meski Dibayangi Profit Taking

- detikFinance
Senin, 04 Feb 2013 08:25 WIB
IHSG Bisa Naik Lagi Meski Dibayangi Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu melonjak 27 poin dan berhasil mencetak rekor tertinggi barunya di level 4.481. Kinerja emiten berhasil mendorong indeks naik cukup tinggi.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (1/2/2013), IHSG ditutup menanjak 27,931 poin (0,63%) ke level 4.481,634. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 4,925 poin (0,65%) ke level 766,181.

Indeks juga menembus level intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.519,459. Kinerja emiten yang rata-rata positif di akhir 2012 cukup menjadi 'bahan bakar' untuk membuat indeks cetak rekor tertinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wall Street melesat tinggi di akhir pekan. Indeks Dow Jones menembus level 14.000, pertama kalinya sejak Oktober 2007 atau sebelum krisis ekonomi global.

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melesat 149,21 poin (1,08%) ke level 14.009,79. Indeks S&P 500 menanjak 15,06 (1,01%) ke level 1.513,17, sementara Indeks Komposit Nasdaq melompat 36,97 poin (1,18%) ke level 3.179,10.

Hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bisa menguat didorong sentimen positif dari pasar global. Namun, posisi IHSG yang sudah tinggi bisa dimanfaatkan untuk profit taking sehingga investor sebaiknya berhati-hati.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 38,96 poin (0,35%) ke level 11.230,30. Β 
  • Indeks KOSPI menguat 4,14 poin (0,21%) ke level 1.961,93. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 27.93 poin (+0.63%) ke 4,481.63 dengan jumlah transaksi sebanyak 12.12 juta lot atau setara dengan Rp 6 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+2.37%), sektor basic-industries (-0.22%), sektor construction and property (-0.30%), sektor consumer goods (-0.10%), sektor finance (+1.34%), sektor infrastructure (+0.84%), sektor mining (+0.17%), sektor misc-industries (+1.28%), dan sektor trade (+0.12%)

Tercatat sebanyak 150 saham mengalami penguatan, 98 saham mengalami penurunan, 92 saham tidak mengalami perubahan dan 128 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBNI (+8.28%), BBCA (+2.07%), ASII (+1.36%), EXCL (+6.00%), dan ISAT (+5.88%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. CPIN (-1.94%), BMRI (-0.55%), TLKM (-0.52%), INTP (-1.15%), dan INDF (-1.65%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp708.66 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBNI, BBCA, BJBR, PGAS, dan TLKM. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,727 per Dollar AS.

Kenaikan IHSG akhir pekan lalu menciptakan all time high yang baru, namun secara teknikal kenaikan ini rawan koreksi. Hal ini terlihat dari candlestick yang berpeluang membentuk shooting star bearish reversal pattern dan indicator teknikal RSI yang sudah berada pada area overbought dan Slow Stochastic yang berpeluang membentuk dead cross. Dengan support 4,380 dan resistance 4,570. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : AALI, BWPT, HRUM.

Royal Trust Capital
Bursa Wall street kembali menguat tajam diatas 1%. Indeks S&P 500 naik 1.01% menjadi 1,513, Indeks DJIA juga naik 1.07% ke 14,009.7. Laporan Keuangan Emiten yang memuaskan ,IPO perusahaan Kesehatan Hewan Zeotis Inc, Kenaikan Indeks pendapatan Pribadi pada bulan Desember lalu naik 2.6%, lebih tinggi 0.7% di atas perkiraan Menjadi pemicu munculnay sentimen positif pelaku pasar. Hal yang sama dengan pasar Eropa terus naik rata-rata diatas 1%. CAC40 naik 1.09% ke level 3773 , dan DFTSE naik 1.12% ke level 6,347.

Sementara bursa saham Asia juga telah menunjukkan penguatan meski mengalami perdagangan yang fluktuatif. Penguatan dengan adanya rilis data dari China. Indeks Nikkei naik 0,5%, indeks ASX naik 0,9%, indeks Shanghai menguat 0,5%. Untuk indeks STI naik tipis 0,1% adn indeks Taiwan naik 0,1%. Namun indeks KOspi turun 0,2% dan indeks Hang Seng turun 0,3%.

IHSG mencetak rekor tertinggi di level 4.481,63 setelah naik 27,9 poin atau 0,6% ,Volume perdagangan mencapai 6,1 miliar saham senilai Rp 6,2 triliun. Level tertinggi mencapai 4.519,45 dan terendah di 4.457,45.Saham sektor perkebunan memimpin penguataan hingga 2,3% disusul saham sektor keuangan naik 1,3%. Sedangkan saham sektor industri dasar turun 0,2%. Indeks IDX30 naik 0,5%. Hari ini IHSG berpeluang pada support 4,440-4,510. Kami merekomendasikan Investor saham-saham yang berfundamental keuangan yang kuat seperti ADHI,WIKA, ACES, ASRI dan LPKR.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads